AYOJAKARTA.COM - Sempat menyinggung soal calon pemimpin yang emosional beberapa waktu lalu, kini Wakil presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) kembali bicara soal hal itu lagi.
Bahkan JK yang saat ini sudah melabuhkan dukungannya untuk paslon nomor urut satu, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, terus berupaya memberikan pendapatnya soal bagaimana cara memilih pemimpin yang baik.
Hal itu disampaikan JK usai melakukan kegiatan santap siang bersama calon presiden Anies Baswedan di Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: JK Sebut Tidak Mudah Menangkan Pilpres 2024 Hanya dengan Satu Putaran, Ini Penyebabnya
Saat itu JK yang ditanya bagaimana tanggapannya terkait dukungan dari sekelompok masyarakat mengaku sangat bahagia dan menyambut baik dukungan tersebut.
Lebih jauh dalam kesempatan itu, JK kemudian kembali menyinggung soal memilih sosok pemimpin untuk negeri ini dan bicara terkait sosok emosional.
Bahkan JK mengibaratkan bahwa pemimpin negeri ini akan diibaratkan sebagai sopir bus yang sedang membawa penumpangnya.
Apabila sopi mengetahui jalan dengan baik, bersikap baik, dan sehat maka penumpang akan sampai pada tujuan yang baik dengan selamat.
"Merubah masa depan itu tergantung kita, kebaikan masa depan. Saya selalu bayangkan kaya sopir bus, kalau sopirnya baik, sopan, sehat dan mengerti jalan, kita akan baik menuju yang baik," kata JK seperti dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Rabu (17/1/2024).
Sebaliknya jika sopir bus ternyata tidak mampu menahan emosi, suka marah maka akan berakibat tabrakan bagi bus tersebut.
"Tapi kalau sopirnya nanti suka marah apa emosi bisa tabrakan ini," lanjutnya.
Pernyataan JK ini adalah bukanlah yang pertama kalinya disampaikan ke publik.
Sebelumnya, pernyataan yang sama soal pemimpin yang emosional juga pernah disampaikan JK beberapa waktu lalu usai debat ketiga capres pada Minggu, 7 Januari 2024.
Baca Juga: Rismon Sianipar Tantang Khrisna Murti Buktikan Kebenaran Kasus Jessica Wongso: Jangan Diam Saja!
Saat itu Jusuf Kalla sempat menyindir salah satu capres yang ia nilai sosoknya suka dan selalu marah-marah dalam debat.
Pernyataan JK kala itu pun cukup menjadi perbincangan banyak pihak.***

Share this article
JK mengibaratkan pemimpin sebagai sopir bus, menyatakan pemimpin emosional seperti sopir marah bisa berakibat tabrakan.