AYOJAKARTA.COM -- Kasus Jessica Wongso masing menyimpan tanda tanya besar karena banyak kejanggalan-kejanggalan yang belum terpecahkan.
Tidak adanya bukti langsung yang menunjukkan Jessica Wongso menaruh racun Sianida ke gelas kopi milik Mirna Salihin membuat sejumlah orang tidak percaya bahwa Jessica pembunuhnya.
Apalagi jenazah mendiang Mirna Salihin juga diklaim tidak diotopsi sehingga menambah banyaknya kejanggalan yang ada.
Otto Hasibuan selaku kuasa hukum Jessica Wongso merasa curiga terhadap pemilik Kafe Olivier yang tidak pernah dihadirkan dalam persidangan.
Padahal menurut mertua Jessica Mila, Kafe Olivier merupakan TKP tempat meninggalnya Mirna Salihin sehingga sudah semestinya pemilik kafe diperiksa.
“Kembali kepada CCTV, pemilik Olivier tidak diperiksa itu sudah menjadi tanda tanya buat saya dan ini menjadi gelap persoalannya,” ujar Otto Hasibuan dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Reyben Entertainment pada Minggu (4/2/2024).
Ia kemudian membandingkan kasus Jessica Wongso dengan kasus lift jatuh dari salah satu hotel di Bali beberapa waktu lalu.
“Di Bali kemarin ada satu kasus lift yang rusak, meninggal. Orangnya yang diperiksa pemiliknya, ownernya dulu,” kata Otto Hasibuan.
“Nah ownernya ini nggak pernah diperiksa, owner Olivier, ada apa?” sambungnya.
Otto Hasibuan sangat terganggu dengan pemilik Kafe Olivier yang tidak pernah dihadirkan dalam sidang.
Padahal menurutnya pemilik Kafe Olivier merupakan saksi kunci dalam kasus Jessica Wongso karena berhubungan dengan CCTV.
Otto Hasibuan menyebut bahwa tidak mungkin jika CCTV yang dijadikan alat bukti utama bisa diambil tanpa izin dari pemiliknya.
“Padahal dia yang bisa menjelaskan tentang CCTV, karena nggak mungkin CCTV bisa diambil tanpa izin daripada si owner. Itu hal yang terus terang mengganggu pikiran saya,” ujar Otto Hasibuan.
Apalagi menurutnya ada sejumlah kejanggalan hingga dugaan adanya rekayasa CCTV Kafe Olivier.
Terlebih Otto Hasibuan mengetahui bahwa CCTV yang ditampilkan dalam persidangan tidak utuh dan hanya sebagian saja.
“CCTV itu ditampilkan tetapi tidak ditampilkan, hanya bagian-bagian tertentu saja. Karena kita minta kalau boleh semua dong dari awal dari jam ke jam ini walaupun panjang nggak apa-apa,” kata dia.
“Tapi ternyata hanya bagian spot-spot tertentu saja yang lain kenapa, dan kalau menurut perkiraan kami yang ada di sana itu 17 titik CCTV. Tapi yang ditampilkan kalau nggak salah hanya 9,” sambungnya.***

Share this article
Otto Hasibuan, kuasa hukum Jessica Wongso curiga pemilik Kafe Olivier tidak pernah dihadirkan dalam persidangan: tidak mungkin CCTV...