AYOJAKARTA.COM -- Saksi Ahli Digital Forensik dalam persidangan Jessica Wongso yakni Rismon Sianipar, kembali ungkap fakta tentang rekaman CCTV yang dimanipulasi.
Setelah menyebutkan Muhammad Nuh Al -Azhar dan Christopher Hariman Rianto sebagai orang yang memanipulasi rekaman tersebut.
Kali ini Rismon Sianipar mengungkapkan bahwa Christopher Hariman Rianto tidak memiliki kompetensi yang cukup bagus dalam merekayasa rekaman tersebut.
“Saya ingin menunjukkan kompetensi Christopher Hariman Rianto ini sudah salah, dan berikutnya dia tidak mengerti menggunakan web gratis,” kata Rismon, dikutip dari Youtube Balige Academy, Selasa, 6 Februari 2024.
Rismon Sianipar menambahkan bahwa web gratis yang digunakan oleh Christopher Hariman Rianto yaitu Image Color Summarizer.
Menurutnya, Christopher Hariman Rianto tidak paham dan tidak mengambil setiap spesifikasi yang ada dalam web tersebut dengan baik.
“Dia tidak paham spesifikasi image atau video processing itu, jadi dia asal saja saat ditanya oleh Jaksa Shandy Handika mengenai aplikasi web tersebut,” tandasnya.
Bahkan hal yang paling mendasar dalam rekayasa itu adalah bagaimana cara Christopher Hariman Rianto saat membaca representasi warna yang tersedia dalam video yang ditampilkan, kata dia.
Sebelumnya, seperti yang sudah diketahui kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin terjadi pada tahun 2016 silam.
Dalam kasus ini Jessica Wongso telah ditetapkan sebagai tersangka, dan menerima hukuman pidana 20 tahun penjara.
Baca Juga: PK Jessica Wongso akan Diajukan Sebelum atau Sesudah Pilpres 2024? Begini Jawaban Otto Hasibuan
Namun, kasus ini kembali mencuat setelah adanya film dokumenter: Ice Cold, Murder, Coffee, and Jessica Wongso yang tayang di Netflix pada akhir September 2023 yang lalu.***

Share this article
Rismon Sianipar blak-blakan bongkar kompetensi Christopher Hariman Rianto yakni tidak paham menggunakan Web Gratis.