AYOJAKARTA.COM — Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora, Fahri Hamzah ikut menanggapi panasnya suasana politik jelang kontestasi Pemilu 2024, apalagi saat ini tengah ramai mempermasalahkan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto.
Fahri Hamzah membongkar semua fakta di balik alasan Prabowo Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya.
Saat ini, kondisi politik Indonesia tengah diramaikan soal tuntutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur dari jabatannya, usai dianggap berpihak ke salah satu paslon yaitu Prabowo dan Gibran.
Fahri pun membongkar awal mula mengapa Prabowo memilih putra sulung Presiden Jokowi, Gibran menjadi pendampingnya di Pilpres 2024.
Pada mulanya, bagi Jokowi dan Prabowo yang sempat bertarung di Pilpres 2019 lalu, menggabungkan kekuatan keduanya di Pilpres 2024 disebut akan menjadi salah satu strategi untuk bisa memenangkan suara hingga 100 persen di Indonesia.
Namun, bukan Gibran yang awalnya menjadi pilihan melainkan Ganjar Pranowo. Sayangnya dalam perjalanan politiknya, Partai NasDem yang lebih dulu keluar diikuti juga oleh PDIP pengusung Ganjar.
Akhrinya, Prabowo berdasarkan kesepakatan banyak suara di dalam koalisinya, memilih untuk menjaga kondisi pembangunan di Indonesia, harus memilih kandidat lain dalam Pilpres 2024 yang bisa berekonsiliasi dengan pogram Presiden Jokowi.
Setelah dilakukan sebuah rapat dan banyak tejadi perdebatan, akhirnya banyaknya suara dalam rapat menunjuk Gibran sebagai calon pendamping Prabowo.
Baca Juga: Ahok Sebut Jokowi Tak Bisa Kerja, Jubir TKN Prabowo-Gibran: Cuma Jago Omon-omon dan Bikin Gaduh
“Ganjar kan gagal, di rapat koalisi, saya ini peserta rapat koalisi bukan yang ngarang-ngarang gitu ya. Dalam rapat koalisi kan masuk nama-nama, peranglah di dalam,” kata Fahrti Hamzah dalam podcast YouTube Deddy Corbuzier seperti dikutip AyoJakarta.com, Kamis, 8 Februari 2024.
“Sampai Pak Prabowo suatu rapat, ‘Begini aja deh temen-temen maunya siapa sih, tulis dikertas nanti saya baca, nanti saya akan pertimbangkan’,” ujar Fahri menirukan ucapan Prabowo.
Setelah perdebatan di dalam rapat yang berlangsung saat itu, para pimpinan partai di koalisi akhirnya menyampaikan suara mereka kepada Prabowo.
Saat itu suara paling bulat untuk menjadi pendamping Prabowo adalah Gibran.
“Tau gak, yang bulat itu Gibran,” lanjut Fahri.
Sementara itu bagi koalisi Indonesia Maju, pemilihan Gibran menjadi salah satu langkah melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi.
“Tapi di Koalisi Indonesia Maju ini kita berdebat, setelah berdebat kesimpulannya mas Gibran. Ini akan bisa menjaga rekonsiliasi itu sampai di ujung, karena tesisnya rekonsiliasi,” imbuhnya.***

Share this article
Fahri Hamzah membongkar semua fakta di balik alasan Prabowo Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya.