AYOJAKARTA.COM - Julukan Sebagai Al Capone dalam film The Untouchable, diberikan saksi ahli digital dalam kasus Jessica Wongso yakni Rismon Sianipar kepada dua petinggi Polri.
Menurut Rismon Sianipar yang pada 2016 silam berada di kubu Jessica Wongso, Krishna Murti serta M. Nuh merupakan sosok yang tidak tersentuh atau Untouchable.
Melalui unggahan videonya, Rismon Sianipar menduga keterlibatan dua anggota Polri dalam kasus Jessica Wongso tersebut, patut dipertanyakan.
“Mereka berdua itu tidak tersentuh oleh hukum, kita bayar mereka pakai pajak tapi yang dilakukan adalah menginjak-injak hukum,” ungkap Rismon.
Sehubungan dengan perkara kopi sianida, peran yang diduga sempat dilakukan Krishna Murti terbilang kurang manusiawi.
Sebagaimana menjadi pengetahuan publik, Jessica Wongso sempat mendekam di dalam Selti atau Sel Tikus untuk memaksanya mengakui kesalahan.
“Katanya dia sudah memeriksa rekaman CCTV dan meletakkan sianida, padahal itu semua sudah terbukti rekayasa,” tegas Rismon.
Menurut Rismon yang juga merupakan Penulis di bidang Informasi Teknologi, indikasi adanya rekayasa rekaman CCTV sangat mudah terlihat.
Salah satu hal yang hingga saat ini tidak mendapat penjelasan adalah tidak adanya rekaman dari Cafe Olivier yang utuh.
“Kalau tidak ada motif untuk merekayasa, untuk apa dikaburkan video, semua pergerakan Jessica seharusnya terang,” jelas Rismon.
Karena itu dalam salah satu unggahan video di kanal Youtube-nya, Rismon meminta agar Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertindak.
Menurut Rismon, peran dari Kapolri dalam membuka tabir misteri di kasus Jessica Wongso sangat memungkinkan untuk dilakukan.
Meski demikian, Rismon justru menyayangkan sikap yang diambil Kapolri dengan cara mengabaikan peluang tersebut.
“Jawab itu Pak Kapolri, Anda seorang Jenderal kok pengecut, masa memeriksa Krishna Murti dan M. Nuh, Anak Buah Anda tidak berani?” desak Rismon.
Terkait dengan perilaku yang dilakukan Krishna Murti mengenai Selti, menurut Rismon hal tersebut merupakan tindakan semena-mena dan melanggar hak asasi seseorang.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Cara Mengetahui Kepribadian Lewat Bentuk Bibir, Punyamu yang Mana?
Memaksa mendiami sel tikus selama empat bulan hanya untuk memaksa pengakuan Jessica menggunakan video CCTV hasil rekayasa, merupakan tindakan kurang beradab.
Karena itu melalui unggahan videonya Rismon kembali meminta agar Kapolri selaku Orang Nomor Satu di instansi kepolisian untuk dapat bertindak.
Langkah tersebut menurut Rismon merupakan bentuk tindakan sebagai manusia beradab yang menghargai supremasi hukum.
“Kalau Nenek Moyang dulu, mata ganti mata sudah selesai kasus ini, tapi kami tidak mau karena ada Undang-undang,” pungkasnya. ***

Share this article
Julukan Sebagai Al Capone dalam film The Untouchable, diberikan Rismon Sianipar kepada dua petinggi Polri, siapa?