AYOJAKARTA.COM- Setiap tanggal 30 Maret, bangsa Indonesia memperingati tanggal tersebut sebagai Hari Film Nasional.
Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional tersebut, tidak sedikit insan film yang secara khusus membuat kegiatan sebagai bentuk perayaan.
Meski telah menjadi bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia, masih cukup banyak generasi muda yang kurang akrab dengan Hari Film Nasional.
Baca Juga: 4 Sekolah Kedinasan atau Sekdin Ini Berikan Fasilitas Asrama Gratis! Apa Saja?
Untuk lebih mendalami momentum penting di dunia perfilman, berikut adalah penjelasan tentang sejarah Hari Film Nasional:
Sejarah Hari Film Nasional
Sebelum dunia industri mengenal film seperti Warkop, The Raid, Agak Laen, atau FTV, film berjudul Darah dan Doa menjadi film paling lawas di Indonesia.
Film yang memiliki sebutan lain sebagai The Long March Siliwangi, merupakan salah satu film paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Menjadi film pertama yang diperankan dan disutradarai serta diproduksi oleh orang Indonesia, Darah Doa berhasil mengabadikan nasionalisme melalui tayangan sinema.
Mengangkat cerita tentang proses Long March dari Jogjakarta menuju Jawa Barat, pengambilan gambar perdana dilakukan pada tanggal 30 Maret 1950.
Baca Juga: ALHAMDULILLAH! PKH Tahap 2 Alokasi Maret April Sudah Cair Merata di 4 Bank Himbara
Perusahaan film Indonesia atau Perfini, salah satu perusahaan yang didirikan pertama kali oleh Usmar Ismail memiliki peran penting dalam proses pembuatan film tersebut.
Berangkat dari film The Long March Siliwangi, pada periode 1950 hingga 1962 perkembangan film Indonesia mulai tumbuh dan menggeliat.
Periode awal tersebut juga sering disebut-sebut oleh para insan film pada masanya sebagai awal lahir film nasional di Indonesia.
Menyikapi perkembangan film di Indonesia, pada 11 Oktober 1962 Dewan Film Nasional mengadakan konferensi dengan organisasi seniman.
Berdasar pada hasil kesepakatan yang dilakukan oleh para peserta konferensi, tanggal 30 Maret kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.
Baca Juga: Cara Penukaran Uang Baru THR Tanpa Antre Melalui Kas Keliling Bank BI, Lengkap dengan Lokasi!
Selain dilandasi pada hasil konferensi Dewan Film Nasional, penetapan Hari Film Nasional juga diperkuat melalui Keputusan Presiden.
Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999, tanggal 30 Maret juga ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.
Meski demikian, penetapan 30 Maret sebagai hari film juga sempat mendapat kecaman dari dan penolakan dari para seniman dari Golongan Kiri.
Papfias atau Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis Amerika Serikat beserta Partai Komunis Indonesia menilai film buatan Usmar Ismail tersebut tidak nasional.
Sebab dalam plot cerita di film dijelaskan tentang karakter Kapten Sunarto yang jatuh cinta pada wanita keturunan Hindia-Belanda.
Dari pengambilan gambar perdana oleh Usmar Ismail sebagai sutradara di film tersebut, sejarah hari film nasional dimulai hingga hari ini. ***

Share this article
Untuk lebih mendalami momentum penting di dunia perfilman, berikut adalah penjelasan tentang sejarah hari film nasional.