AYOJAKARTA.COM – Mantan Gubernur Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan mengungkapkan alasan mengapa dirinya tidak maju di Pilgub Jakarta 2024 melalui jalur independen.
Anies Baswedan mengatakan dirinya tidak berencana untuk maju di Pilgub Jakarta 2024 dengan jalur independen karena masalah waktu.
Pasalnya, Anies Baswedan masih menunggu proses gugatan sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi pada April lalu.
Sementara, pendaftaran untuk maju Pilgub Jakarta melalui jalur independen telah dibuka pada bulan Mei.
Setelah gugatan sengketa Pilpres 2024 selesai di MK, Anies tidak serta merta langsung ingin maju di Pilgub Jakarta.
“Pertama, bahwa saya ini mengikuti Pilkada setelah ada permintaan terus menerus dari masyarakat di Jakarta. Sementara proses MK itu selesai bulan April. Independen itu Mei pendaftaran dan setelah MK selesai saya tidak kemudian oh saya maju ke DKI Jakarta, nggak,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab pada Selasa (3/9/2024).
Anies mengaku dirinya memutuskan untuk maju di Pilgub Jakarta setelah ada permintaan dari masyarakat.
Ia menyebut banyak masyarakat Jakarta yang datang ke kediamannya untuk membawakan aspirasi.
Banyak masyarakat Jakarta yang meminta agar program-program yang dikerjakan oleh Anies bisa diteruskan kembali.
Namun, Anies tidak langsung mengiyakan permintaan masyarakat dan memilih untuk mempertimbangkan hal itu terlebih dahulu.
“Ini di rumah berdatangan warga khususnya dari kampung-kampung miskin kota yang meminta program-program yang dulu kita kerjakan itu dikerjakan kembali. Jadi soal waktu, bahwa independen itu pendaftarannya bulan Mei dan pada waktu itu saya masih dalam fase kita pertimbangkan deh ini, bukan kemudian langsung mau ikut Pilkada,” ujarnya.
Tidak hanya soal waktu, Anies juga menyebut pada saat itu dirinya sudah mendapatkan dukungan dari berbagai partai.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) memberikan dukungan kepada Anies untuk berlayar di Jakarta.
Bahkan, dukungan juga datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendukung sekaligus memasangkan Anies dengan kadernya yaitu Sohibul Iman.
Sayangnya, ketiga partai tersebut kini batal mengusung Anies dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mendukung Ridwan Kamil-Suwarno.
“Yang kedua, pada masa itu partai-partai dalam posisi kita akan mengusung dan percakapan sudah terjadi. Jadi, dua faktor itu yang membuat tidak melakukan rute independent,” tutupnya.***

Share this article
Anies Baswedan ungkap alasan mengapa dirinya tidak maju di Pilgub Jakarta 2024 melalui jalur independen