AYOJAKARTA.COM - Fufufafa masih terus dikulik oleh publik apalagi terkait siapa pemilik akun tersebut.
Santer diberitakan hingga tudingan menjurus kepada wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, sebagai pemilik dari akun di platform media sosial Kaskus tersebut.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi telah memberikan pernyataan bahwa akun Fufufafa bukan miliki putra sulung dari Presiden Joko Widodo itu.
Hingga berjanji akan melacak siapa pemilik akun yang sudah mengunggah postingan bernada sarkas dan ujaran kebencian kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Akun Kaskus Fufufafa masih menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat.
Akun ini menjadi sorotan tajam karena unggahan atau postingan berisi hujatan kepada presiden terpilih Prabowo Subianto di tahun 2014 saat mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden melawan Presiden Joko Widodo.
Belum lagi ada isu panas yang berkembang terkait pemilik akun tersebut diduga adalah Gibran Rakabuming Raka.
Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya memberikan pandangannya terkait pengungkapan dan seberapa pentingnya melacak pemilik akun Fufufafa ini.
"Tergantung pengelolanya ya, dalam kasus ini, pengelolanya kaskus jadi silahkan ditelusuri ke kaskus ditanya," ujarnya.
"Dia tahu dari IP mana, tapi itu gak menjamin bahwa itu orang yang bersangkutan tapi itu merupakan jalan yang baik untuk mencari," terang Alfons Tanujaya, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompas TV, hari Senin, 16 September 2024.
Menurutnya, kasus akun Fufufafa ini terjadi tahun 2014 atau hampir 10 tahun yang lalu sehingga motif diangkatnya kembali siapa pemilik akun ini perlu dipertanyakan.
"Saya agak prihatin, kasus ini sudah 10 tahun yang lalu, mengapa diangkat hari ini, siapa yang mengangkat itu, karena hanya menimbulkan perpecahan di Indonesia," ungkap Alfons Tanujaya.
Alfons juga mengkritisi upaya Kemenkominfo untuk mengungkap pemilik akun Fufufafa ini tidak relevan karena sosok yang terdampak dari unggahan hujatan yaitu Prabowo Subianto tidak terusik.
"Saya juga bingung, Kominfo ingin melacak Fufufafa ini, siapa yang melaporkan, apa kepentingannya, apakah presidennya merasa tersinggung?" ujarnya.
"Kita lihat sendiri dari Gerindra bilang Presiden tak ambil pusing, dibahas pun tidak, lalu apa yang dicari-cari." jelasnya.
Alfons juga menambahkan bahwa upaya Kemenkominfo ini menjadi tidak relevan karena masih banyak hal besar lainnya yang perlu diperhatikan secara serius daripada fokus pada pelacakan akun Fufufafa.
Baca Juga: Kenapa Pengumuman CPNS Belum Keluar? Coba Login di Sini!
"Saya tidak melihat adanya ancaman siber, hanya akun Fufufafa ini dikatakan melontarkan kata-kata yang tidak pantas, ada yang membicarakan soal yang sangat pribadi, itu terjadinya waktu Pilpres 2014, lalu diangkat lagi hari ini, itu kan tidak relevan," ucapnya.
Alfons mengungkapkan bahwa banyak hal serius yang masih harus ditangani oleh Kemenkominfo, salah satunya terkait keamanan database hingga aksi peretasan yang marak terjadi di Indonesia.
"Tidak relevan dalam arti Kominfo ini kerjanya banyak, hari ini kita lihat Indonet kan lagi pusing, Indonet diretas. Mestinya banyak hal yang lebih penting dilakukan. Ini kok fokusnya malah ngurus Fufufafa yang udah 2014." terangnya.
"Kalau ini sampai terungkap pun terjadi perpecahan di Indonesia. Untuk apa? There is no point," tambahnya.
Baca Juga: Hina Prabowo Habis-habisan, Akun Kaskus Fufufafa Terciduk Puji Anies Baswedan
Menurutnya, Kemenkominfo harus lebih fokus terhadap hal-hal yang bersifat urgen dan harus segera mendapatkan solusi atau penanganan karena berkaitan dengan keamanan siber di Indonesia.
"Tingkatkan keamanan di Indonesia, bantulah Indonet, bantulah perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan keamanannya." ujarnya.
"Yang viral-viral begitu kurang bermanfaat berdampak negatif. Kominfo ngomong ke masyarakat, tolonglah ini kalau diungkap akan terjadi perpecahan, ngapain, apa gunanya. Nah hal-hal seperti itu nanti digosok lagi, makin panas lagi. Ini yang kurang dewasa sepertinya," tambahnya.
Alfons juga menyarankan kepada masyarakat harus lebih pandai dan bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak meninggalkan jejak digital yang buruk dan nantinya bisa berakibat fatal.
"Saya harap masyarakat menyadari hal ini dan jangan mudah terpancing, mudah dibodohi. Jika Anda posting sesuatu, posting foto, posting komen, itu ada disitu selamanya, walaupun Anda delete atau Anda batalkan orang sudah capture," ujarnya.
"Jadi kita harus berhati-hati dan bijak dalam beraktivitas di media sosial dan berhati-hati jangan sembarangan posting sesuatu karena emosional atau ingin tenar atau apa. Kalau Anda melanggar etika atau norma, Anda akan berurusan dengan penegak hukum," pungkasnya.***

Share this article
Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya mengkritisi upaya Kemenkominfo untuk mengungkap pemilik akun Fufufafa ini tidak relevan.