AYOJAKARTA.COM – Isu gempa megathrust masih menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Sebab, banyak masyarakat yang masih khawatir dengan potensi gempa megathrust yang tidak bisa diprediksi.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa megathrust hanya tinggal menunggu waktu.
Pasalnya, gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar.
Segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah pernah mengeluarkan energinya, sementara Selat Sunda dan Mentawai-Siberut belum terjadi.
Seperti yang diketahui, segmen megathrust berada di banyak wilayah mulai dari Aceh-Andaman hingga Utara Sulawesi.
Akan tetapi, bukan berarti potensi gempa yang terjadi di dua wilayah tersebut akan terjadi dalam waktu dekat.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa gempa megathrust dengan kekuatan di atas magnitudo 8 akan diawali dengan gempa pembuka atau foreshock.
Gempa pembuka tersebut mempunyai skala yang kecil dan terjadi secara terus-menerus.
“Dimana terjadi gempa-gempa kecil yang terus-menerus yang merupakan semacam proses loading untuk terjadi sebuah proses slip atau pergeseran di bidang yang disebut sebagai asperity,” kata Daryono dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Kamis (19/9/2024).
“Disitu akan terjadi aktivitas yang terus bergerak dan dia akan menuju ke pusat slip yang akan terjadi slip yang besar sehingga itu terjadi sebuah deformasi besar,” sambungnya.
Baca Juga: Pramono Anung-Rano Karno Dapat Dukungan dari Partai Ummat: Saya Bangga dan Bahagia
Daryono menjelaskan bahwa gempa megathrust bukanlah hal yang baru-baru ini diamati oleh pihaknya.
Termasuk dengan gempa-gempa pembuka yang terjadi sebelum megathrust mengguncang.
Sebab, hal tersebut sudah diamati dan terjadi pada tahun 2004 silam ketika Aceh dilanda gempa dahsyat dan tsunami.
“Ini sudah teramati terjadi di Aceh tahun 2004, tsunami Tohuko tahun 2011, dan gempa-gempa yang ada di Chili dan Amerika Latin. Itu teramati dengan jelas gempa-gempa foreshock sebelum terjadinya gempa megathrust,” jelasnya.

Share this article
Segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah pernah mengeluarkan energinya, sementara Selat Sunda dan Mentawai-Siberut belum terjadi.