AYOJAKARTA.COM - Sebanyak delapan politisi dari enam partai yang tergabung dalam KIM Plus, menyatakan dukungan terhadap Pramono-Rano untuk menang di Pilkada Jakarta.
Menurut perwakilan para politisi KIM Plus, dukungan terhadap pasangan nomor urut tiga di Pilkada Jakarta adalah karena keinginan dan aspirasi dari para pendukungnya.
Menurut Ahmad Syukri yang merupakan mantan caleg PKB Dapil 5 Jakarta Timur, Pramono-Rano tidak meminta untuk diberikan dukungan di Pilkada Jakarta.
Karena itu meski tidak sejalan dengan kehendak partai, para politisi KIM Plus tetap memberi dukungan kemenangan di ajang Pilkada Jakarta terhadap Pramono-Rano.
“Nggak ada Mas Pram minta dukungan ke kita, kita yang punya inisiatif karena meneruskan aspirasi yang memilih kami waktu Pileg,” ungkap Syukri.
Lebih lanjut, Ahmad Syukri menyebut sejumlah politisi KIM Plus berencana akan turut berkonsolidasi untuk memenangkan Pramono-Rano di Pilkada Jakarta.
Menyikapi hasil pertemuan dengan para politisi KIM Plus, Pramono mengaku siap dan senang menerima dukungan dari pihak manapun.
“Intinya sebagai cagub, saya bukan gubernur untuk satu partai tetapi semua golongan, jadi kalau ada dukungan dari kelompok partai-partai ya Alhamdulillahi,” jelasnya.
Berbeda tanggapan dengan Pramono, cawagub paslon nomor urut satu justru menyikapi dukungan sejumlah politisi KIM Plus sebagai tindakan tidak disiplin.
Baca Juga: Mitra Statistik 2025 BPS: Intip Daftar Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan
Suswono menilai sebagai kader partai yang tergabung dalam KIM Plus, tidak seharusnya berbeda pandangan dengan arah kebijakan partai.
Setiap kader partai yang tergabung dalam KIM Plus, menurut Suswono sudah sepantasnya mendukung paslon nomor urut satu.
Karena itu, Suswono berharap agar langkah-langkah kebijakan partai dapat dilakukan oleh masing-masing pejabat partai politik yang bersangkutan.
“Ini kan dukungan atas nama partai, sebagai anggota harusnya tunduk taat pada kepentingan partai, kalo di PKS pasti kena sanksi itu,” jelas Suswono.
Meski setiap partai memiliki kebijakan berbeda, Suswono mengingatkan pentingnya kader partai untuk bersikap setia dalam mendukung kebijakan parpol.
Sehubungan dengan adanya dukungan sejumlah politisi dari KIM Plus terhadap paslon Pramono-Rano, Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji memberi tanggapan.
Menurutnya, dukungan yang disampaikan para politisi KIM Plus terhadap Pramono-Rano tidak perlu disikapi secara berlebihan.
“Tidak usah khawatir berlebihan karena mereka adalah caleg yang tidak terpilih di Pemilu Legislatif 2024 kemarin, kalau dihitung tidak sampai 50,000 suara,” jelasnya.
Sehingga alasan para politisi untuk menyerap aspirasi dari para konstituennya, menurut Sarmuji tidak berdampak signifikan terhadap suara Pramono-Rano di Pilkada Jakarta. ***

Share this article
Sebanyak delapan politisi dari enam partai yang tergabung dalam KIM Plus, menyatakan dukungan terhadap Pramono-Rano