AYOJAKARTA.COM – Dikenal karena sering memberi pernyataan yang cenderung netral, Wapres Gibran Rakabuming mendadak disorot publik setelah dinilai fenomenal.
Dalam sebuah unggahan video, Wapres Gibran Rakabuming baru-baru ini memberikan sejumlah gagasan tentang bonus demografi.
Menurut Gibran, bonus demografi atau jumlah kaum muda yang produktif dapat membawa Indonesia sebagai salah satu bangsa terbaik di dunia.
Di tengah tantangan global yang menghadirkan berbagai persoalan seperti ekonomi, perang dagang, geopolitik hingga perubahan perubahan iklim, Indonesia memiliki potensi.
Bonus demografi yang sangat menentukan nasib Indonesia tersebut, menurut Gibran Rakabuming akan dimulai pada tahun 2030 hingga 2045.
Karena itu, bangsa Indonesia yang memiliki populasi sekitar 284 juta jiwa harus tetap bisa tumbuh, lincah serta adaptif dengan berbagai perubahan zaman.
“Ini adalah peluang besar kita, ini adalah kesempatan emas kita untuk mengelola bonus demografi agar bukn sekedar menjadi angka statistik,” ujar Gibran.
Beberapa contoh potensi besarnya bonus demografi menurut Gibran dapat dilihat melalui peningkatan mutu generasi muda di bidang perfilman seperti Jumbo dan U-17.
Untuk mewujudkan kesempatan langka tersebut, Gibran mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berani bercita-cita besar dan berjuang meraihnya.
Menyikapi unggahan video tersebut, tidak sedikit warganet yang justru memberikan apresiasi melalui tombol dislike atau tidak suka.
Selain karena dianggap melakukan promosi terhadap tayangan film Jumbo, ketidak sukaan warganet juga disebabkan karena tidak sesuai dengan porsi peran.
Sebelumnya, nama Gibran Rakabuming juga disebut-sebut akan dimakzulkan oleh sejumlah Purnawirawan dan Perwira Tinggi TNI.
Melalui pertemuan para petinggi TNI yang dilakukan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kabar akan adanya pemakzulan terhadap Gibran sempat beredar.
Meski masih bersifat dugaan, sejumlah kalangan menilai peran Wapres Gibran dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dianggap kurang banyak berperan.
Sehubungan dengan monolog yang disampaikan Gibran, pengamat politik asal parameter politik Indonesia Adi Prayitno memberi tanggapan.
Dalam unggahan video di kanal YouTube-nya, Adi melihat menjadi sosok seperti Wapres Gibran Rakabuming bukanlah perkara yang mudah.
Baca Juga: Wapres Gibran Siap Berikan Materi Astaacita di Retreat Kepala Daerah Akmil Magelang
Berbicara akan dianggap salah sementara berdiam diri dinilai sedang bermasalah, menurut Adi bukanlah persoalan mudah.
Terlebih karena publik lebih sering melihat Gibran pada kerja-kerja sekunder yang kurang mencerminkan sikap kenegarawanan.
Narasi mengenai bonus demografi yang disampaikan Gibran, menurut Adi bukan semata upaya eksistensi sebagai Wapres tetapi juga persiapan menghadapi Pilpres 2029.
“Wajar jika Gibran bicara soal bonus demografi, dianggap publik sebagai bentuk eksposur politik,” jelas Adi.***

Share this article
Dalam sebuah unggahan video, Wapres Gibran Rakabuming baru-baru ini memberikan sejumlah gagasan tentang bonus demografi.