AYOJAKARTA.COM – Usai diundang oleh Bareskrim Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan Ijazah Palsu milik Jokowi, Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar mengaku kecewa.
Selain karena ketidakhadiran Jokowi yang merupakan terduga pemilik Ijazah Palsu, Rismon Sianipar juga menyayangkan minimnya bukti fisik untuk dilakukan pemeriksaan.
Disamping menyoal absennya Jokowi, pernyataan serupa terkait Ijazah Palsu juga ditujukan Rismon Sianipar terhadap almamaternya sendiri yakni UGM.
Kedatangan dari seluruh pihak yang berseteru menurut Rismon dapat menjadi momentum pengungkapan, namun sayangnya hal tersebut urung terwujud.
Dalam keterangannya kepada awak media, Rismon Sianipar sempat menyebut bahwa pihaknya telah berhasil menelanjangi cara kerja Bareskrim dalam kasus dugaan ijazah palsu.
“Pihak Dirtipidum pada kesempatan ini kalah telak, dan ya kami telanjangilah habis-habisan Labfor Bareskrim,” ungkap Rismon dikutip Ayojakarta dari Kompas TV.
Lebih lanjut Rismon menyebut, pernyataan yang dialamatkan kepada Labfor dilakukan bukan untuk menjatuhkan kredibilitas, melainkan justru sebaliknya.
Sehingga di masa mendatang Labfor benar-benar memiliki kredibilitas yang independen serta tidak mudah diatur oleh siapapun, termasuk kemungkinan campur-tangan Kapolri.
Salah satu upaya untuk dapat menegakkan proses hukum di Indonesia, menurut Rismon adalah dengan benar-benar mengedepankan sains sebagai acuan penyelidikan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Rismon berharap agar Labfor di kemudian hari dapat menjadi instansi tersendiri sehingga bebas dari upaya manipulasi.
Saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Rismon menyebut indikasi bukti digital terhadap salinan ijazah yang selama ini diduga milik Jokowi menunjukkan Tidak Asli.
Berdasarkan hasil pemetaan rona persebaran warna Merah, Hijau dan Biru atau RGB yang dilakukan secara ilmiah, ijazah Jokowi hasil unduhan dari sosial media terindikasi Palsu.
Disamping melakukan uji banding dengan ijazah lain, indikasi ijazah Jokowi palsu juga diperoleh Rismon setelah menggunakan fitur kecerdasan buatan.
Kesimpulan tersebut, diperoleh Rismon setelah melakukan perbandingan dengan ijazah milik mahasiswa UGM di tahun kelulusan yang sama.
“Itu buktinya, jangan kita telan mentah-mentah keterangan Puslabfor, saya siap dibawa ke Nusakambangan,” tegas Rismon seperti dikutip Ayojakarta dari YouTube Forum Keadilan TV.
Baca Juga: 2 Hari Lagi Cair! Bantuan Sosial Rp500.000 dan Rp300.000 Siap Disalurkan Bank BRI, BNI, dan Mandiri
Sehubungan dengan pernyataan yang disampaikan Ahli Digital Forensik, Yakup Hasibuan selaku Kuasa Hukum Jokowi menyebut Bareskrim sudah melakukan sesuai prosedur.
Meski mengaku menyayangkan pernyataan Rismon Sianipar Cs, Yakup menyebut kasus dugaan ijazah palsu sudah selesai.
“Ini sudah selesai, dan penyelidikan yang dilakukan Bareskrim Polri itu sudah sesuai SOP, jadi case closed,” tegas Yakup seperti dikutip Ayojakarta dari Kompas TV. ***

Share this article
Ahli forensik Rismon kecewa soal kasus ijazah palsu Jokowi, sebut bukti minim & Labfor Bareskrim tak independen, klaim ijazah tak asli.