AYOJAKARTA.COM - Salah satu kontroversial yang ramai menjadi perbincangan masyarakat ialah kasus dugaan beras premium oplosan.
Kasus beras premium oplosan ini diungkapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri.
Kementan dan Satgas Pangan Polri menyebutkan bahwa dugaan adanya mafia beras ini membuat kerugian yang besar bagi pihak konsumen.
Baca Juga: Sejumlah Sekolah di Wilayah Indonesia Kekurangan Siswa Baru, SPMB 2025 Tidak Sesuai dengan Harapan?
Bukan hanya finansial melainkan kerugian dari segi kesehatan.
Berikut beberapa deretan fakta dari kasus oplosan beras premium:
1. 212 Merek Diduga Lakukan Oplosan Beras Premium
Menurut informasi yang dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, pihak kepolisian dan kementan menemukan 212 merek diduga lakukan oplosan beras dari 262 merek yang beredar di masyarakat.
2. Kerugian Konsumen Capai Triliunan
Total kerugian konsumen diungkap mencapai Rp99 triliun.
Hal ini merupakan jumlah dari pembeli beras premium oplosan mencapai Rp34,21 triliun per tahun, dan konsumen beras medium mencapai Rp65,14 triliun.
3. Beras SPHP Dioplos
Selain itu ada dugaan beras oplosan dilakukan pada beras program Stabilisasi pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kios diduga menjual 20 persen dari beras SPHP dan sisanya dioplos dengan beras premium namun dijual dengan harga mahal.
Baca Juga: Terhapus Jadi Penerima PKH dan BPNT karena DTSEN? Kamu Bisa Lakukan 'Usulan' di Cek Bansos Loh!
Lebih mencengangkan lagi pendistribusian SPHP tetap dilakukan walau sedang musim panen raya, hal ini tidak sesuai aturan karena seharusnya distribusi berhenti ketika periode panen raya.
4. Kementan akan Ungkap 212 Merek
Masih dalam penyelidikan, kementan dan pihak kepolisian akan membagikan 212 merek yang diduga melakukan oplosan beras premium.
5. 4 Produsen Diperiksa Polisi
4 produsen yang diduga melakukan beras oplosan akan diperiksa oleh pihak kepolisian yakni:
1. Wilmar Group
2. PT Food Station Tjipinang Jaya
3. PT Belitung Panen Raya
4. PT Sentosa Utama Lestari
Pakar Teknologi Industri Pertanian IPB University Prof Tajuddin Bantacut membagikan informasi jenis beras oplosan yang beredar di masyarakat seperti dikutip ayojakarta.com dari laman resmi IPB.
Setidaknya terdapat 3 jenis beras oplosan yang beredar di masyarakat:
1. Beras campuran yang dicampur dengan bahan lain seperti jagung. Jenis ini secara umum ditemukan di beberapa daerah.
2. Beras “blended” atau campuran beberapa jenis beras untuk memperbaiki rasa dan tekstur.
3. Beras yang dicampur dengan bahan tidak lazim atau sudah rusak, kemudian dikilapkan atau dipoles ulang agar tampak bagus kembali, padahal mutunya sudah menurun.***

Share this article
Berikut beberapa deretan fakta dari kasus oplosan beras premium, hingga jenis beras oplosan yang beredar di masyarakat