AYOJAKARTA.COM - Pemberian Amnesti bagi Hasto Kristiyanto dan Abolisi untuk Tom Lembong, merupakan ekspresi rasa muak Presiden Prabowo terhadap loyalis Jokowi.
Gagasan tentang Indonesia yang terus mengalami hambatan dari para loyalis Jokowi, ditengarai membuat Presiden Prabowo memutuskan untuk memberi Abolisi serta Amnesti.
Dengan memberikan Hasto amnesti dan abolisi bagi Tom Lembong, Presiden Prabowo secara simbolis menunjukkan taring kekuasaannya kepada para pendukung Jokowi.
Sosok seperti Hasto dan Tom Lembong, merupakan dua figur kenamaan yang cukup merepresentasikan dua kekuatan ideologi politik terbesar di Indonesia.
Melalui amnesti yang diberikan kepada Hasto, Presiden Prabowo secara simbolis sudah memberikan komitmennya kepada kelompok Nasionalis.
Sementara pemberian abolisi kepada Tom Lembong yang merupakan loyalis Anies Baswedan, Prabowo membuktikan dukungannya kepada kelompok Agamis.
Mengacu pada kedua variabel tersebut, pemberian abolisi dan amnesti kepada Tom Lembong dan Hasto merupakan sinyal untuk mulai mengikis residu kekuatan Jokowi di pemerintahan.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa FIF Group Resmi Dibuka, Kesempatan Dapat Dana Pendidikan Rp9 Juta!
Pernyataan mengenai motif pemberian abolisi dan amnesti yang dilakukan oleh Presiden Prabowo tersebut, merupakan pandangan dari Syahganda Nainggolan.
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Syahganda menganggap pemberian amnesti dan abolisi sebagai bentuk keberhasilan bagi pemerintahan Prabowo.
Bukan hanya sukses melakukan intersep terhadap putusan Hakim, abolisi dan amnesti juga merupakan undangan bagi kekuatan Nasionalis dan Agamis untuk ikut berkontribusi.
Keputusan memberi amnesti dan abolisi, menurut Syahganda dilakukan agar dua arus ideologi besar yang mewarnai Indonesia bisa mendongkrak kepercayaan diri Indonesia.
Baca Juga: Sinopsis 'Beyond The Bar' Drakor Baru Lee Jin Uk dan Jung Chae Yeon yang Akan Tayang 2 Agustus 2025
Sebagaimana menjadi keprihatinan dari banyak kalangan, sikap pemerintah Indonesia saat bernegosiasi dengan Amerika cukup memprihatinkan.
Sikap Presiden Prabowo yang cenderung bertolak belakang saat berada di podium sewaktu bernegosiasi dengan Amerika, menurut Syahganda bukan semata-mata karena inferior.
“Kenapa sekarang dia nggak bisa ngelawan Donald Trump? Kalkulasinya, dia agak keropos di dalam negeri, karena dua kekuatan ideologis tidak mendukung,” jelas Syahganda.
Untuk bisa tampil dan kembali menjadi mercusuar di dunia, setiap pemimpin di Indonesia menurut Syahganda perlu mendapat dukungan dari dua kekuatan ideologis tersebut.
Karena itu pemberian amnesti dan abolisi kepada Hasto dan Tom Lembong, menurut Syahganda sebagai aktualisasi bentuk dari konsolidasi kekuatan ideologis secara nasional.
Alasan persatuan yang dijadikan sebagai acuan dasar saat memberikan abolisi dan amnesti, merupakan sinyal untuk direspon oleh dua kekuatan ideologis di Indonesia.
“Kenapa Prabowo memberikan itu? karena dia itu juga sudah muak, Prabowo punya agenda untuk bangsa tapi persoalannya seperti tercampur kotoran,” ungkapnya dikutip Ayojakarta dari YouTube Forum Keadilan TV. ***

Share this article
Amnesti Hasto & abolisi Tom Lembong jadi simbol Prabowo kikis loyalis Jokowi & satukan kekuatan Nasionalis-Agamis demi konsolidasi nasional.