AYOJAKARTA.COM - Gunung Merapi dikabarkan meletus pada Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12 WIB, namun tak hanya itu pada pukul 13.29 WIB awan panas kembali terjadi.
Beberapa wilayah di sekitar Gunung Merapi terlihat terdampak abu hingga cukup parah, salah satunya wilayah Krinjing Magelang.
Namun, beberapa saat sebelum meletusnya Gunung Merapi, warga di sekitar mengeluhkan suhu udara yang sangat panas salah satunya di Kota Yogyakarta.
Akan tetapi ternyata tidak ada hubungan antara perubahan suhu di kota dengan terjadinya erupsi Gunung Merapi.
Hal ini disampaikan oleh sebuah akun Twitter @Jogja_Uncover (09/11/2019), dalam penjelasnya dituliskan bahwa anggapan meningkatnya suhu udara sekitar wilayah gunung yang akan mengalami erupsi merupakan sebuah mitos.
Pasalnya, dalam setiap penjelasan ilmuwan gunung api tidak pernah ada yang menggunakan parameter kenaikan suhu di kota sebagai tanda-tanda akan terjadinya erupsi di Gunung tersebut.
Peningkatan suhu memang termasuk salah satu tanda gunung akan meletus namun hal itu terjadi di sekitaran kawah gunung.
Baca Juga: Menguak Fakta Rekonstruksi Penganiayaan David, Polisi: Tergambar Semua Disana!
"Salah satu gejala / tanda akan meletusnya Gunung api adalah kenaikan suhu temperatur kawah yg mengindikasikan adanya magma yg telah naik. Suhu kawah yg diukur bukan kota. Kenaikan suhu kawah ini jg dapat menyebabkan keringnya mata air di lereng gunung, akibatnya air tanah menguap," tulis akun @Jogja_Uncover.
Selain itu banyak orang beranggapan awan panas yang meluncur dari kawah Gunung Merapi atau biasa kita sebut wedus gembel merupakan salah satu penyebab kenaikan suhu di Kota.
Namun ternyata hal itu juga tidak bisa memengaruhi suhu di kota meskipun suhu wedus gembel berkisar antara 500 hingga 1.100 derajat.
Salah satu Ilmuwan yang memberikan penjelasan terkait pengaruh erupsi Gunung Merapi dengan suhu panas di kota adalah Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, atau akrab disapa Mbah Rono.
Dalam sebuah tangkapan layar yang diunggah melalui akun Twitter @Jogja_Uncover (12/11/2020), Mbah Rono mengatakan bahwa udara dan tanah merupakan penghantar panas yang jelek.
Sehingga, panas Gunung Merapi tidak akan menyebar dan membuat suhu di sekitarnya ataupun di kota semakin panas.
Mbak Rono pun memberikan salah satu contohnya dengan suhu yang berada di Kaliurang, meskipun dekat dengan Gunung Merapi, namun suhu di wilayah tersebut tetap dingin.***

Share this article
Adanya peningkatan suhu panas memang termasuk salah satu tanda gunung akan meletus, namun hal itu terjadi di sekitar kawah gunung. Benarkah?