AYOJAKARTA.COM – Hadir dalam Tadarus Kebangsaan 2023 bersama Lembaga Persaudaraan Ormas Islam, Menkopolhukam Mahfud MD memberi sejumlah pandangan.
Menurut Mahfud MD, sebagai sebuah kekuatan, Islam telah hadir di Indonesia dalam wujud sebagai pembela lahirnya bangsa.
Sehingga dalam dunia modern seperti saat ini, Mahfud MD menilai Islam telah menjadi suatu penyeimbang bagi banyak orang.
Baca Juga: Sudah Dibuka! Kartu Prakerja Gelombang 50 Sudah Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
Maka sebuah hal yang aneh apabila sampai ada orang yang menyebut bahwa di Indonesia terjadi Islamofobia.
“Dimana ada Islamofobia, artinya negara dan pemerintah takut kepada Islam, benci kepada Islam,” terang Mahfud saat memberikan pandangan.
Sebab hampir semua sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia, ditentukan atau terdapat peran umat Islam.
“Kalau ada apa-apa dengan negara, Kiai dengan petisinya, akan tetap berpengaruh,” imbuhnya di hadapan peserta Tadarus.
Baca Juga: Fakta Menarik Jerome Polin, Bisa Kuliah di Luar Negeri Berawal dari Impian ke Disneyland
Terkait dengan anggapan adanya Islamofobi, Mahfud menilai keleluasaan yang diberikan negara kepada Islam, bahkan sudah menyentuh pada tataran yang bersifat norma politis.
“Sekarang semua mau kampanye, semua berebutan cari calon yang didukung orang Islam, nggak bisa melupakan itu,” tambahnya.
Mahfud meyakini jika ada partai politik yang mengesampingkan peran umat islam sebagai peluang perolehan suara, maka beresiko kalah apalagi sebentar lagi Pemilu 2024.
Adanya anggapan di masyarakat terkait kebijakan yang tidak sejalan dengan prinsip dan nilai Islam, Mahfud menilai hal tersebut merupakan wajar.
Anggapan bahwa sistem pemerintahan yang korup karena kesalahan dalam sistem pemerintahaan, disanggah oleh Mahfud.
“Indonesia sudah tidak cocok karena banyak korupsi, harus diganti khilafah,” ujar Mahfud meniru pernyataan segelintir golongan.
Menyikapi hal seperti itu, Mahfud menyanggah dengan menyebut bahwa korupsi selalu hadir dalam sistem kenegaraan apapun, termasuk Khilafah.
“Memangnya di Khilafah nggak ada korupsi? Banyak korupsinya,” jelas Mahfud dengan memberi sejumlah negara sebagai contoh.
Di sebagian negara Islam, para pangeran sering terlibat penggelapan uang negara, namun dibiarkan, sedangkan di Indonesia diancam pasal pencucian uang.
Adanya ketidak-sempurnaan dalam menjalankan sebuah sistem, diakui Mahfud sebagai bentuk proses menuju perbaikan.
Baca Juga: Apakah Panitia Zakat Fitrah Berhak Menerima Jatah? Berikut Penjelasan Buya Yahya
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud menganggap agar iklim demokrasi yang ideal perlu lebih dahulu dibuat, sebagaimana yang pernah dilakukan Gus Dur.
“Bangunlah dulu demokrasinya, kamu nanti akan berkuasa sendiri,” jelas Mahfud mengutip kalimat presiden RI Abdurrahman Wahid.
Sehingga dalam situasi yang kondusif, Islam akan tumbuh sebagai sebuah acuan untuk hidup dalam ketenangan dan kedamaian.
“Islam berkembang bersamaan dengan berkembangnya budaya,” pungkas Mahfud dikutip Ayojakarta pada Minggu, 26 Maret 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Mahfud MD membeberkan tentang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 nanti, jangan sampai salah kaprah menilai korupsi dibantai dengan khilafah.