AYOJAKARTA.COM - Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan prediksi cuaca panas di Indonesia berlangsung sampai September atau Awal Oktober 2023.
Hal ini terjadi karena Indonesia memang sedang memasuki musim kemarau yang dimulai sejak awal April.
Untuk cuaca panas yang dirasakan di Indonesia sendiri BMKG telah menegaskan bukan karena fenomena gelombang panas atau heat wave.
“Saat ini Indonesia sedang memasuki bulan April-Mei jadi posisi gerak semu matahari memang tepat berada di wilayah khatulistiwa ya di Indonesia ini, sehingga proses penguapan ya akibat itu tadi gerak semu matahari intensif artinya awan-awan itu dalam hal ini saat ini kondisi perawanan bersih. Jadi sudah mau memasuki musim kemarau,” jelas Dwikorita yang dikutip AyoJakarta.com dari laman Instagram @infobmkg, Rabu, 26 April 2023.
Dwikorita menjelaskan bahwa awan semakin berkurang, sehingga terik matahari langsung menerpa permukaan bumi yang menyebabkan cuaca panas ini terasa sangat menyengat.
Sementara itu, cuaca panas yang dirasakan saat ini diprediksi akan berlangsung hingga September atau awal Oktober.
Kepala BMKG tersebut mengaku sudah memberikan peringatan dini terkait musim kemarau yang akan terjadi tahun ini.
Bahkan, BMKG juga mengatakan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibandingkan dengan kemarau tiga tahun sebelumnya.
Hal ini tentu menjadi hal yang harus diperhatikan untuk masyarakat luas dan tentunya untuk pemerintah agar terhindar dari dampak kemarau panjang.
Jangan sampai nantinya wilayah Indonesia dilanda kekeringan dan akhirnya merembet pada bencana seperti kebakaran atau yang lain, demikian lanjutnya.
Maka dari itu BMKG meminta masyarakat mulai sekarang untuk menyiapkan tandon untuk menyimpan air.
Selain itu, upaya pemerintah untuk menghindari kekeringan adalah dengan mengupayakan teknologi modifikasi cuaca memanfaatkan curah hujan yang masih tersisa di akhir bulan April awal Mei 2023.
Baca Juga: AWAS! Cuaca Panas Terasa Menyengat di Indonesia, BMKG: Lonjakan Panas Terparah 2023
Air tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi waduk-waduk dan membasahi lahan-lahan gambut.
Hal tersebut dilakukan tak lain untuk menghindari terjadinya kekeringan yang membahayakan pada musim kemarau tahun ini.***

Share this article
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan prekdiksi cuaca panas di Indonesia berlangsung sampai September atau Awal Oktober 2023.