AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini penemuan menghebohkan kandungan zat pemicu kanker pada salah satu produk mie instan Indonesia, yakni Indomie rasa ayam spesial ditemukan di Taiwan.
Buntut temuan zat pemicu kanker di Taiwan, pihak Malaysia akhirnya ikut menarik peredaran mie instan tersebut.
Penarikan mie instan tersebut dari peredaran di Malaysia setelah adanya penemuan zat pemicu kanker diumumkan oleh Menteri Kesehatan Malaysia, Muhammad Radzi Abu Hassan.
Baca Juga: Isu Duet di Pilpres 2024, Ini Pandangan Ganjar Pranowo soal Sandiaga Uno: Itu Temen Saya!
Dikutip Ayojakarta.com pada akun Instagram @faktanyagoogle, Kamis (27/4/2023), Muhammad Radzi juga memerintah agar perusahaan yang mengedarkan mie instan Indomie rasa ayam spesial untuk menarik produk secara sukarela dari pasar.
Kabar penemuan zat pemicu kanker tersebut jelas menghebohkan masyarakat Indonesia, dimana Indomie menjadi salah satu mie instan favorit di sini.
Pada penelitian yang dilakukan pihak Taiwan, zat pemicu kanker karsinogenik ditemukan di dalam paket bumbu Indomie rasa ayam spesial tersebut.
Sedangkan pada mie, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya tersebut.
Sebelumnya diberitakan bahwa Departemen Kesehatan Taiwan mengeluarkan pengumuman terkait penemuan zat pemicu kanker tersebut pada dua jenis mie instan usai dilakukannya penelitian dan pengujian.
Mie instan dari Malaysia 'Ah Lai White Curry Noodle' dan Indomie rasa ayam spesial dari Indonesia.
Berbeda dengan Indomie dari Indonesia yang dimana zat berbahaya hanya ditemukan di paket bumbu.
Penemuan zat pemicu kanker etilen oksida rupanya ditemukan hampir di seluruh paket mie instan dari Malaysia itu.
Mulai dari mie hingga paket bumbu terdeteksi mengandung zat etilen oksida yang dapat memicu kanker limfoma dan leukimia.
Sebagai informasi, kanker limfoma merupakan jenis kanker yang menyerang kelenjar getah bening pada manusia.
Sedangkan kanker leukimia merupakan kanker yang menyerang pada peredaran darah serta sumsum tulang.
Dari penemuan tersebut, pihak Taiwan saat ini juga telah memerintahkan agar menarik seluruh peredaran kedua mie instan dari pasar, toko dan supermarket di sana.
Tak hanya menariknya dari peredaran, Departemen Kesehatan Taiwan juga rupanya memberikan denda bagi importir produk mie instan tersebut.
Sanksi denda yang diberikan oleh Departemen Kesehatan Taiwan berkisar mulai dari 60.000 dollar baru Taiwan hingga 200 juta dollar baru Taiwan atau sekitar Rp 96,6 Miliar.***
Share this article
Malaysia susul Taiwan larang salah satu produk mie instan asal Indonesia yang jadi favorit di sini. Simak selengkapnya langsung!