AYOJAKARTA.COM - Berita tentang kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliu dari Polres Metro Jakarta Timur telah menimbulkan keraguan di kalangan keluarganya.
Mereka menduga bahwa korban tidak bunuh diri, melainkan dibunuh sebab keluarga meyakini adanya kejanggalan atas meninggalnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu.
Pernyataan janggalnya kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliu ini disampaikan oleh paman korban bernama Cyprus A Tatali.
Menurutnya, ada kemungkinan keponakannya sudah meninggal atau dibunuh sebelum tertabrak oleh kereta api KA 320 Tegal Bahari.
Setelah dibunuh, jasad korban kemudian dibuang di rel kereta api untuk menghilangkan barang bukti.
Cyprus menegaskan bahwa keluarganya tidak percaya hasil penyelidikan sementara Polda Metro Jaya yang menyatakan Buddy bunuh diri.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliu yang Masih Diduga Bunuh Diri karena...
Pasalnya, korban tidak memiliki riwayat masalah kejiwaan atau ekonomi sebelumnya.
"Kalau diduga bunuh diri kami pihak keluarga menolak, karena beliau tidak ada gangguan jiwa, kedua keluarga sejahtera dan bahagia," Ujar Cyprus A Tatali dikutip dari kanal YouTUbe KompasTV pada (01/05/2023).
Keluarga korban meminta agar penyelidikan kasus ini tidak dianggap sebagai bunuh diri.
Baca Juga: Kasat Narkoba Polres Jaktim AKBP Buddy Diduga Bunuh Diri, Jasad Ditemukan di Rel Stasiun Jatinegara
Mereka berharap agar penyebab kematian AKBP Buddy bisa terungkap dengan jelas setelah sosok yang menelepon korban terungkap.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Leonardus Harapantua Simarmata, membenarkan bahwa korban tewas.
Namun, kronologis kejadian masih belum jelas dan penyidik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Perlu diketahui AKBP Buddy Alfrits Towoliu baru menjabat sebagai Kasat Narkoba selama dua bulan sebelum kematiannya.***

Share this article
Pihak keluarga AKBP Buddy Towoliu justru menduga bahwa Kasat Narkoba Jaktim itu dibunuh, bukan bunuh diri di rel kereta.