AYOJAKARTA.COM - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Harman mulai angkat bicara dan singgung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Melalui cuitan di Twitter pribadinya, Benny Harman menilai bahwa Jokowi kini aktif untuk menggandeng para ketua umum partai politik.
Benny Harman berpendapat bahwa jika Presiden tidak netral pada Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2024 mendatang maka seperti halnya mengumandangkan perang.
Baca Juga: Kritik Subsidi Mobil Listrik, Bagaimana Nasib Program Jokowi Jika Anies Jadi Presiden?
“Jika benar Presiden tidak netral dlm Pilpres dn Pileg apalagi menjadikan istana presiden markas tim sukses Capres tertentu maka Presiden Jokowi sebenarnya lagi mengumandangkan perang, perang semesta melawan rakyatnya sendiri,” cuit Benny Harman dikutip AyoJakarta.com melalui Twitter @BennyHarmanID, Selasa (9/5/2023).
Bukan itu saja melalui lanjutan cuitannya di Twitter, ia juga meminta agar Jokowi berhati-hati karena di dada orang nomor satu di Indonesia tersebut melekat lambing negara bukan lambing presiden dari kelompok tertentu.
“Hati2 Pak Jokowi,di dada bapak melekat lambang negara,lambing Presiden RI bukan lambing Presiden dari kelompok atau Presiden dari golongan tertentu.#RakyatMonitor#,” sambungnya.
Baca Juga: Pertemuan 3 Jam Megawati dan Jokowi di Istana Bahas Cawapres untuk Ganjar Pranowo
Menanggapi cuitan dari politisi Partai Demokrat, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin membela Presiden Joko Widodo atas kritik tersebut.
Menurutnya Jokowi hanya menjalankan tugasnya sebagai Pembina politik nasional melalui pertemuan para ketua umum partai politik yang sebelumnya terjadi.
Bahkan Ali Mochtar Ngabalin menyindir Presiden RI ke-6 yang juga merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Baca Juga: Harga Rp400 Ribu, Jokowi dan Zulkifli Hasan Pakai Sepatu Brand Lokal saat Kunjungan ke Lampung
Yang mana menurutnya pada saat itu rangkap jabatan sebagai ketua umum partai politik dan juga sebagai presiden.
“Tidak netralnya di mana? Dia paham nggak Jokowi itu bukan presiden ketua umum partai? Bukan presiden langsung memimpin parpol? Jokowi itu bukan SBY yang langsung jadi Ketua Umum Partai Demokrat,” ujar Ali Ngabalin.
Terkait dengan pertemuan orang nomor satu di Indonesia dengan para ketua umum partai, Tenaga Ahli Utama KSP menyampaikan bahwa pertemuan tersebut untuk menjaga stabilitas politik.
Baca Juga: LANTANG! Anies Baswedan Kritik Kinerja Pemerintahan Jokowi dan Maruf Amin: Pemerintah Hanya…
Menurutnya Jokowi berupaya untuk mencegah huru-hara menjelang tahun politik dan dirinya menjamin bahwa Presiden RI tersebut netral selama Pilpres 2024 dan tidak akan ikut campur dalam urusan politik taktis.
Selain itu Ngabalin juga menyayangkan tudingan Benny Harman soal Jokowi seperti sedang mengumandangkan perang melawan rakyat.
Bahkan dirinya tidak menyangka dan turut mempertanyakan hal tersebut apalagi Benny Harman merupakan anggota DPR tetapi malah berbicara sembarangan.
“Suruh belajar lah dulu, sekolah ulang deh. Sekolahlah dulu, ulang, nggak usah pakai ancam-ancam, diksi-diksi mengumandangkan perang,” pungkasnya.***

Share this article
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny Harman menilai Jokowi mulai tak netral jelang Pilpres dengan mengumpulkan ketum parpol.