AYOJAKARTA.COM - Perjalanan biksu yang merupakan ritual agama bernama Tudhong kembali menyita perhatian publik.
Diketahui perjalanan biksu tersebut telah menempuh perjalanan sepanjang ribuan kilometer.
Perjalanan biksu itu ditempuh dari kota asalnya Nakhon Si Thammarat dengan tujuan akhir Candi Borobudur, Magelang, Indonesia.
Pada 4 Juni 2023 kemarin, ritual Tudhong telah mencapai tujuan akhirnya dengan merayakan hari Waisak.
Tentu perjalanan biksu itu penuh perjuangan yang sangat luar biasa, banyak pengorbanan yang mengiringi perjalanan mereka.
Seperti halnya dikutip Ayojakarta.com melalui akun Instagram @unikinfo_id, diunggah foto telapak kaki salah seorang dari 32 biksu tersebut.
Melihat dari unggahan foto tersebut, telapak kaki biksu itu lecet dengan kulit yang mengelupas, sungguh miris.
Kaki yang lecet dan kulit yang mengelupas itu menandakan betapa besar perjuangan para biksu dalam perjalanan itu.
Baca Juga: Tak Terima Dapat Intimidasi Usai Pembongkaran Ruko Pluit, Ketua RT Riang Prasetya Tunjuk Kuasa Hukum
Padahal menurut informasi, ke 32 biksu tersebut berjalan kaki dengan menggunakan sepatu dan sandal.
Sepertinya akibat perjalanan yang jauh itu mengakibatkan kaki lecet, akibat basah keringat atau basah saat hujan.
Namun kabarnya ada seorang biksu yang membantu menjahit kulit kaki yang mengelupas itu.
Sungguh perjalanan religi yang penuh perjuangan, tentu semua itu dilakukan dengan ikhlas berdasarkan iman.
Seperti halnya seorang netizen yang mengungkapkan bahwa ini perjalanan bukan dengan tenaga tapi dengan iman.
"Definisi jalan bukan dengan tenaga tapi dengan iman, enggak kebayang deh lecet dikit aja udah enggak enak jalan," cuit akun @euforeo.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan ke 32 biksu itu, selain perjuangan, pengorbanan pastinya toleransi antar umat beragama.***

Share this article
Perjalanan biksu itu ditempuh dari kota asalnya Nakhon Si Thammarat dengan tujuan akhir Candi Borobudur, Magelang, Indonesia.