AYOJAKARTA.COM - Mantan Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti hingga kini masih menunjukkan kepeduliannya soal laut di Indonesia seperti baru-baru ini dalam cuitannya di media sosial.
Susi Pudjiastuti menanggapi soal tambang pasir laut di Pulau Rupat yang membuat masyarakatnya melakukan aksi bentang spanduk demi menolak tindakan tersebut.
Susi Pudjiastuti justru memberikan saran agar pulau tersebut lebih baik disewakan selama 100 tahun daripada harus dikeruk pasir lautnya dan diekspor.
Baca Juga: Viral Balita di Bali Meninggal Usai Digigit Anjing, Diduga Terkena Rabies
Menurutnya, sewa pulau selama 100 tahun jauh lebih baik berkaca dari Hongkong yang sudah lebih dulu mempraktekannya.
Karena selain mendapatkan penghasilan jangka panjang, pulau tersebut juga akan memiliki pembangunan infrastuktur yang baik.
Dan yang paling penting Indonesia tidak akan kehilangan pulaunya.
“Daripada kalian keruk pasirnya dan kau ekspor, kenapa kalian tidak berpikir untuk pulau kalian sewakan saja 100 tahun seperti Hongkong disewakan ke Inggris, kembali setelah seratus tahun dengan pembangunan infrastruktur yg lebih bagus dan kita tidak kehilangan pulau pulau kita ????” cuit Susi melalui akun Twitternya @susipudjiastuti.
Baca Juga: Isu Sandiaga Uno Berikan Mahar ke PPP Semakin Kencang, Mardiono: Tidak Ada Mahar, Silakan Dicek!
Cuitan Susi itu berawal dari siaran pers yang dilakukan organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau yang menyuarakan untuk penyelamatan Pulau Rupat.
Warga membentangkan spanduk untuk menyuarakan tuntutan penyelamatan Pulau Rupat dari ancaman tambang pasir laut.
Aksi tersebut dilakukan dalam rangka merespon diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 yang memberikan ruang untuk menambang pasir laut dengan dalih sedimentasi.
Nelayan Rupat juga menyerukan agar Gubernur Riau segera mengambil keputusan untuk mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Logomas Utama.
Baca Juga: 5 Tanda Ini Menunjukkan Kamu Seorang Narsistik, Masalah Mental yang Jarang Disadari
Menurut para nelayan Rupat, kehadiran PT Logomas Utama di perairan Rupat Utara sangat meresahkan.
Aktivitas penyedotan pasir laut yang mereka lakukan dalam waktu beberapa bulan saja telah membuat hasil tangkap nelayan turun drastis.
Apalagi jika perusahaan tersebut terus beroperasi hingga beberapa tahun nanti, sudah pasti ikan habis, pulau pun dapat rusak dan tenggelam.
Nelayan sangat berharap pemerintah dapat mendukung para nelayan yang ingin menyelamatkan Pulau Rupat dari ancaman kerusakan dan hilangnya sumber penghidupan.***

Share this article
Susi Pudjiastuti menanggapi soal tambang pasir laut di Pulau Rupat yang membuat masyarakatnya melakukan aksi bentang spanduk penolakan.