AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini viral berita seorang balita perempuan di Bali yang meninggal dunia usai digigit anjing peliharaannya dan diduga terkena rabies.
Balita perempuan berusia 5 tahun itu di dalam video yang beredar bahkan sudah terlihat takut dengan air atau hydrophobia.
Saat itu, balita yang diduga terinfeksi oleh rabies sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Namun takdir berkata lain, balita perempuan cantik itu harus menghembuskan nafas terakhirnya karena sudah tak dapat tertolong.
Baca Juga: Menu Penghangat Badan Enak dan Praktis, Resep Ayam Rebus Jahe Cocok Jaga Daya Tahan Tubuh
Lalu sebenarnya apa itu rabies dan seperti apa bahayanya?
Dikutip dari laman Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Sabtu (17/6/2023), berikut penjelasannya terkait rabies.
Apa Itu Rabies?
Rabies (penyakit anjing gila) merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas yang disebabkan oleh virus rabies, ditularkan melalui saliva (anjing, kucing, kera) yang kena rabies dengan jalan gigitan atau melalui luka terbuka.
Penyakit rabies masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 1884, ditemukan oleh Schrool (orang Belanda) pada kuda.
Baca Juga: 4 Tanda Ini Menunjukkan Kamu Orang yang Toxic, Yuk Mulai Introspeksi Diri!
Kemudian tahun 1889 Esser W, J,. dan Penning menemukan penyakit rabies pada anjing.
Pada tahun 1894, pertama kali virus rabies menyerang manusia, ditemukan oleh EV De Haan (orang Belanda).
Di Provinsi Bali, penyakit rabies muncul kembali pada tanggal 14 November 2008, menimpa seorang warga Banjar Giri Darma – Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan Badung dan sampai sekarang penyakit rabies perlu diwaspadai.
Sifat Virus Rabies
Virus rabies meliputi sifat fisik dan sifat kimia.
Sifat Fisik :
(1) Pemanasan pada suhu 600 C selama 5 menit akan mematikan virus
(2) Virus akan mati bila kena sinar ultraviolet
(3) Cepat mati bila berada diluar jaringan hidup
(4) Pada suhu – 40 C ( minus 4 °C ) virus dapat bertahan hidup sampai berbulan-bulan.
Baca Juga: 5 Tanda Ini Menunjukkan Kamu Seorang Narsistik, Masalah Mental yang Jarang Disadari
Sifat Kimia :
(1) Dapat diinaktifkan dengan propiolakton, phenol, halidol azirin, zat pelarut lemak, dll
(2) Tahan hidup beberapa minggu di dalam glycerin pada suhu kamar
(3) Virus rabies bila disimpan didalam larutan glycerin pekat pada suhu kamar, dapat bertahan- berminggu-minggu
(4) Pada glycerin 10 %, virus akan cepat mati
(5) Cepat mati dengan zat-zat pelarut lemak seperti air sabun, detergent, chloroform, ether dll.
Baca Juga: Takut Sebar Data? Begini Cara Lapor Pinjol Ilegal Jika Terlanjur Utang
Masa Inkubasi dan Sumber Penularan Penyakit Rabies
Virus rabies yang telah masuk ke tubuh manusia atau hewan sekalipun memiliki masa inkubasi.
Masa inkubasi pada hewan antara 3 – 8 minggu.
Sedangkan masa inkubasi pada manusia bervariasi, biasanya 2 – 18 minggu, kadang- kadang 10 hari sampai 2 tahun, tetapi rata- rata masa inkubasinya 2 – 18 minggu.
Sumber penularan dari penyakit rabies adalah anjing sebagai sumber penular utama.
Namun disamping itu dapat juga ditularkan oleh kucing dan kera.
Baca Juga: Rekomendasi Oli Motor Matic Cocok BeAt hingga Scoopy
Untuk kasus yang terdapat di luar negeri, disamping ke 3 hewan diatas, rabies dapat juga ditularkan melalui gigitan binatang seperti : serigala, kelelawar, skunk, dan racoon.
Selanjutnya virus akan bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan fungsinya.
Sepanjang perjalanan ke otak, virus rabies akan berkembangbiak / membelah diri (replikasi). Selanjutnya sampai di otak dengan jumlah virus maksimal, kemudian menyebar luas ke semua bagian neuron.
Virus ini akan masuk ke sel-sel limbik, hipotalamus, dan batang otak.
Setelah memperbanyak diri pada neuron-neuron sentral, maka virus rabies akan bergerak ke seluruh organ dan jaringan tubuh untuk berkembang biak seperti adrenal, ginjal, paru-paru, hati dan selanjutnya akan menyerang jaringan tubuh lainnya.
Gejala dan Tanda Rabies
Gejala dan tanda penderita rabies pada manusia yaitu demam, mual, rasa nyeri di tenggorokan, keresahan, takut air (hydrophobia), takut cahaya, liur yang berlebihan (hipersalivasi).
Hal itu dirasakan usai beberapa hari setelah adanya gigitan atau penularan dari hewan yang terjangkit rabies kepada manusia.
Pertolongan Pertama, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Rabies
Pertolongan pertama pada penderita rabies dapat dilakukan cara-cara seperti :
(1) Cucilah gigitan hewan (anjing) dengan sabun / detergent di bawah air mengalir selama 10 – 15 menit
(2) Beri obat antiseptik pada luka gigitan (obat merah, alkohol 70 % dll)
(3) Hubungi rabies center untuk pertolongan selanjutnya (Media center ; Dinas Peternakan Provinsi Bali).
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Melejit Pada Survei Terbaru, Salip Ganjar Pranowo!
Pencegahan rabies dapat dilakukan dengan memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan anda setiap 1 tahun sekali.
Jangan sampai telat dan segera melapor ke puskesmas / rumah sakit terdekat bila digigit oleh hewan tersangka rabies untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Demikianlah informasi mengenai rabies dan bahayanya. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Bahaya rabies! Balita yang diduga terinfeksi virus rabies meninggal dunia. Berikut kisah yang dialami balita asal Bali itu.