AYOJAKARTA.COM - Pengakuan mengejutkan datang dari Rina Lauwy, istri Direktur Utama (Dirut) PT Taspen ANS Kosasih.
Rina Lauwy menyebut bahwa Dirut PT Taspen diduga gabung ke dalam kelompok tertentu yang mengatur dan menempatkan posisi orang penting di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Rina Lauwy saat datang ke podcast Uya Kuya bersama sang Pengacara, Kamaruddin Simanjuntak.
Baca Juga: Rina Lauwy Akui Pernah Diancam Saat Laporkan Dirut PT Taspen ANS Kosasih, Sampai Takut Keluar Rumah
“Dia mengaku bahwa dia tergabung dalam satu kelompok tertentu, katanya kelompok ini yang mengatur negara ini dan menempatkan orang-orang penting dimanapun itu termasuk dia mengangkat dia bisa jadi Dirut dan sebagainya,” kata Rina Lauwy.
Ia menyebut bahwa dirinya memiliki bukti percakapan atas pernyataannya tersebut.
“Ada voice note nya,” kata Kamaruddin.
Baca Juga: Profil ANS Kosasih Dirut PT Taspen yang Laporkan Kamaruddin Simanjuntak hingga Jadi Tersangka
“Karena ancamannya dia anggap serius, jadi dia rekam diam-diam ibu ini merekam,” pungkasnya.
Kamaruddin Simanjuntak juga menyampaikan bahwa kliennya tidak hanya memiliki bukti rekaman soal pernyataan tersebut.
Namun juga memiliki rekaman suara yang mana Dirut Taspen diduga ingin mengatur perceraiannya dengan sang istri namun secara rahasia.
Hal itu diduga agar Rina Lauwy mau menerima dan menyimpan uang dengan jumlah fantastis melalui rekening banknya.
“Dalam rekaman itu juga ada saya dengar dia mau mengatur perceraian dengan ibu ini supaya ini aman menerima satu koper dolar setiap minggu sehingga ketika tertangkap KPK misalnya terendus hartanya tetap aman karena mereka sudah cerai,” ucap Kamaruddin Simanjuntak.
Sebelumnya, sempat viral video yang memperlihatkan Rina diduga menciduk sang suami sedang bersama wanita lain.
Video viral tersebut kemudian dibenarkan oleh Rina dan sempat melaporkan sang suami setelah video tersebut viral.
Ia mengatakan bahwa saat itu sang suami sulit dihubungi dan jarang pulang ke rumah.***

Share this article
Rina Lauwy menyebut bahwa Dirut PT Taspen diduga gabung ke dalam kelompok tertentu yang mengatur dan menempatkan posisi orang penting di Ind