AYOJAKARTA.COM - Peristiwa G30S PKI terjadi pada tahun 1965 yang menewaskan tujuh Pahlawan Revolusi
Jenderal Besar AH Nasution atau Abdul Haris Nasution merupakan satu-satunya jenderal yang selamat dari serangan G30S PKI.
Jenderal Besar AH Nasution atau Abdul Haris Nasution merupakan seorang Jenderal TNI Angkatan Darat dan Pahlawan Nasional.
Baca Juga: Penuh Warna, Xiumin Tampil Segar dalam Debut Solo Perdananya Berjudul Brand New
Dalam peristiwa G30S PKI, AH Nasution menjadi salah satu target yang akan diculik dan dilenyapkan. Namun Jenderal AH Nasution berhasil melarikan diri dengan melompat dinding belakang rumahnya.
Jenderal AH Nasution meninggal di RS Gatot Subroto pada 6 September 2000.
Banyak cara untuk mengenang peristiwa G30S PKI, salah satunya membaca kembali isi dari pidato AH Nasution.
Pidato ini dibacakan AH Nasution pada saat melepas ketujuh jenazah Pahlawan Revolusi.
Isi Pidato Jenderal AH Nasution
Para prajurit sekalian. Kawan-kawan sekalian. Terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang lepaskan.
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, hari Angkatan bersenjata kita, hari yang selalu gemilang. Tetapi yang kali ini, hari yang dihinakan, oleh fitnahan, dihinakan oleh penghianatan, dihinakan oleh penganiayaan.
Tetapi hari Angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit tetap rayakan dalam hati sanubari kita, dengan tekad kita, dengan nama Allah yang maha kuasa, bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan.
Jenderal Suprapto, Jenderal Hartono, Haryono, Jenderal Parman, Jenderal Panjaitan, Jenderal Sutoyo, Letnan Tendean. Kamu semua mendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita, meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci.
Kamu semua, tidak ada yang lebih tahu daripada kami yang disini, daripada saya sejak 20 tahun kita selalu Bersama-sama membela negara kita.
Perjuangan kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita.
Justru di sini kami semua, saksi hidup, kamu adalah telah berjuang, sesuai dengan kewajiban kita semua, menegakan keadilan, kebenaran, kemerdekaan.
Tidak ada yang ragu-ragu, kami semua sedia juga mengikuti jalan kamu. Jika memang fitnah mereka itu benar, kami akan buktikan.
Baca Juga: Lirik Lagu Kesucian Ati Yeni Inka, Trending 16 di Youtube
Rekan-rekan, adik-adik saya sekalian. Saya sekarang sebagai yang tertua, dalam TNi yang tertinggal bersama lainnya, akan meneruskan perjuanganmu, membela kehormatan kamu, menghadaplah sebagai pahlawan, pahlawan dalam hati kami seluruh TNI.
Sebagai pahlawan menghadaplah, kepada asal mula kita, yang menciptakan kita, Allah SWT. Karena akhirnya Dialah panglima kita Yang Paling Tinggi. Dialah yang menentukan segala sesuatu, jug atas diri kita semua.
Tetapi dengan keimanan ini juga, kami semua yakin, bahwa yang benar akan tetap menang, dan yang tidak benar akan tetap hancur.
Fitnah, fitnah berkali kali, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, lebih jahat dari pembunuhan, kita semua difitnah, dan saudara-saudara dibunuh, kita diperlakukan demikian.
Tetapi jangan kita, jangan kita dendam hati, iman kepada Allah SWT, iman kepada Nya, mengukuhkan kita Karena Dia perintahkan, kita semua berkewajiban, untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.
Itulah isi pidato Jenderal AH Nasution, korban yang selamat dalam peristiwa G30S/PKI, yang dikutip ayojakarta.com dari YouTube University, Senin (26/09/2022)***

Share this article
Banyak cara untuk mengenang peristiwa G30S PKI, salah satunya membaca kembali isi dari pidato AH Nasution.