AYOJAKARTA.COM--Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 menjadi peristiwa besar yang terjadi pada sepak bola Indonesia. Kerusuhan yang diduga akibat gas air mata tersebut menewaskan 131 orang.
Tragedi Kanjuruhan ini membuat pemerintah turun tangan dalam menginvestigasi peristiwa yang terjadi. Presiden Joko Widodo pun langsung membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai langsung oleh Menko Polhukam Mahfud MD.
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman resmi Sekretariat Kabinet, pihak TGIPF Tragedi Kanjuruhan mengklaim telah menemui sebagian besar pihak-pihak yang terlibat dalam pertandingan antara Arema dan Persebaya.
Investigasi dilakukan dengan cara mendatangi, mewawancarai berbagai pihak dan mendapatkan bukti-bukti pendukung yang menjadi bahan analisis tim.
Baca Juga: Jokowi Umumkan Sepak Bola Indonesia Bebas Sanksi, Ternyata Ini Sosok yang Melobi ke FIFA!
“Investigasi kita lakukan di setiap tahapan, mulai dari perencanaan pertandingan, persiapan, pelaksanaan, hingga terjadinya kerusuhan dan penanganan korban pascakerusuhan, sehingga kita bisa menemukan siapa yang bertanggungjawab di setiap tahapan itu,” ujar anggota TGIPF Doni Monardo
TGIPF telah membagi beberapa kelompok yang diberi tugas untuk mendatangkan beberapa pihak yang terlibat pada tragedi Kanjuruhan.
Satu tim mendatangi pihak panitia pelaksana, pengurus klub Arema, dan berdialog dengan perwakilan suporter.
Baca Juga: Teka-Teki Poster dari Presiden Joko Widodo: Anya Forger Tertipu Kaleng Biskuit Isi Rengginang!
Sementara tim lainnya mendatangi Polres, Sat Brimob, dan Kodim 0818 di Malang. Tim ini sebelumnya juga sudah mendatangi sejumlah pihak di Surabaya. Kemudian tim lainnya yang berada di Jakarta bertugas untuk mendapatkan keterangan yang bisa diakses dari Jakarta.
Berbagai alat bukti awal mula terjadinya kerusuhan yang terekam melalui smartphone maupun CCTV telah berhasil dikumpulkan oleh TGIPF.
Baca Juga: Kisah Nyata, Miliarder Merawat Istri Lumpuh Selama 25 Tahun : Dia Berkorban Untuk Cinta Kami!
“Berbagai alat bukti penting yang kita dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kita sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kita ungkap secara menyeluruh dan independen,” kata Sekretaris TGIPF Nur Rochmad.
TGIPF juga tengah mengumpulkan dan mendalami keterangan baik dari pihak pengamanan, panitia pelaksana, maupun dari pihak korban tentang penggunaan gas air mata.
Baca Juga: Ferdy Sambo Diduga Masih 'Berkuasa' di Kepolisian Meski Sudah Dipecat, Ini Buktinya
TGIPF juga akan meninjau Stadion Kanjuruhan untuk memastikan kondisi dan standar kelayakan stadion, termasuk pintu-pintu dan kelengkapan personil petugas (steward) di setiap pintu.
Selain itu, TGIPF juga akan mendatangi korban luka yang telah kembali ke rumah untuk mendapatkan kesaksian yang lebih utuh tentang peristiwa pada malam itu. TGIPF juga akan meminta keterangan dari sejumlah dokter yang menangani para korban.
Sesuai dengan perintah Presiden Jokowi di Keppres, TGIPF harus bisa menyelesaikan investigasi selambat-lambatnya satu bulan setelah tragedi terjadi.

Share this article
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan mulai bekerja, investigasi dilakukan dengan berbagai cara dan tahap