AYOJAKARTA.COM - Sosok kuasa hukum Ferdy Sambo, yang beberapa kali mendapat sambutan khusus dari pengunjung sidang adalah Febri Diansyah.
Di Indonesian Corruption Watch, Febri Diansyah jelas mengenal sosok Irma Hutabarat yang berada di barisan pendukung keluarga Brigadir J.
Tetapi dalam kasus pembunuhan yang diduga dilakukan Ferdy Sambo, Febri Diansyah justru berperan sebagai rival atau lawan yang membela Putri Candrawathi, istri Sambo sekaligus juga berstatus tersangka.
Beragam tanggapan dan komentar miris membuat telinga Febri Diansyah berdenging nyaring, tetapi ia tetap konsisten dengan keputusan profesinya.
Pria kelahiran Padang, 8 Februari 1983 ini pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (Kabiro Humas KPK), atau juru bicara KPK.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 2007 ini selain dikenal sebagai jubir KPK, juga dikenal sebagai sahabat dari Rasamala Aritonang, kuasa hukum Ferdy Sambo.
Baca Juga: Febri Diansyah Banjir Sorakan Penonton dan Teguran dari Hakim pada Sidang Lanjutan
Dalam sejumlah kesempatan, Novel Baswedan yang merupakan sahabat Febri dan Rasmala semasa di KPK sempat memberi tanggapan bernada menyesal.
“Sebagai teman saya kaget dan kecewa dengan keputusan mereka, saran saya sebaiknya mereka berdua mundur saja,” tulis Novel Baswedan dalam akun medsosnya.
Novel Baswedan tentu saja punya argumen tentang alasannya, sebagaimana Kamarudin Simanjuntak yang menjadi kuasa hukum korban Brigadir Joshua sempat mengingatkan kepada Febri Diansyah.
“Saya menghargai keputusan Febri Diansyah yang bersedia membela Putri Candrawathi, tetapi harus diingat untuk mengedepankan kejujuran,” ucap Kamaruddin Simanjuntak setelah mengetahui keputusan Ferdy.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtue Uncle Wira pada 4 November 2022, Febri Diansyah menjelaskan alasan mengapa ia tetap membela Putri Candrawathi.
“Saya dan Rasamala, kami percaya penghakiman sebelum persidangan bukan sesuatu yang bisa dipertahankan, baik secara umum ataupun dalam pikiran,” ujar Febri, tenang.
Febri menyatakan bahwa dirinya dan Rosmala sudah melakukan banyak hal sebelum memutuskan bersedia menjadi pengacara Putri Candrawathi.
Prinsip Professional Scepticism sudah dilakukan dari mempelajari berkas, dan memilah informasi, asumsi, analisa dan menentukan fakta.
Atas pernyataannya tersebut, Febri Diansyah yang dikenal warganet fasih dalam memilih diksi mendapat sejumlah komentar.
“Mantap jawabannya, Pak Febri,” tulis akun Asrama Gintar26.
“Jangan lupa bagi-bagi zakat ya Mas Febri, duitnya masih kotor,” tulis akun Fatimah Ajah dengan diakhiri emot tertawa dan tersipu. ***

Share this article
Ungkap alasan dirinya mau membela Putri Candrawathi di kasus pembunuhan Brigadir J, Febri Diansyah diingatkan agar tak lupa zakat.