AYOJAKARTA.COM –Semula, tiga partai politik yang akan membentuk Koalisi Perubahan menjadwalkan deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presisden (Capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres 2022) hari ini 10 November, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Tiga partai yang terus menjalin komunikasi untuk mendukung Anies Baswedan sebagi Capres 2024 adalah Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.
Meski begitu, pembatalan deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024 disebut bukan tanda-tanda keretakan di tubuh Koalisi Perubahan. Deklarasi kemungkinan baru diumumkan pada akhir tahun ini.
"10 November tidak jadi deklarasi bersama,” kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 9 November 2022.
Alasan penundaan deklarasi Anies Baswedan sebaga bakal Capres 2024, menurut Willy, karena PKS masih harus menggelar rapat Majelis Syurp pada Desember. Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru akan kembali ke Indonesia dari Jerman pada 10 November.
Anies Baswedan yang berakhir tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2022 kini intens melakukan safari ke beberapa daerah untuk bertemu para pendukungnya.
Dalam tulisannya di akun Facebbook-nya, Anies Baswedan bercerita tentang pertemuaannya dengan ulama kharismatik di Medan Sumatra Utara pekan lalu.
Berikut tulisan yang dipajang Anies Baswedan di laman Facebook pribadinya:
“Alhamdulillah, bisa bersilaturahmi ke tokoh Nahdlatul Ulama Buya Syech Ali Akbar Marbun di Komplek Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Medan.
Buya Marbun adalah tokoh kharismatik NU yang luas pergaulannya. Di pesantrennya tokoh lintas agama sering bertamu dan bahkan membuat acara.
Kedatangan tokoh lintas agama ini beliau abadikan dalam nama-nama tanaman kurma yang menghiasi halaman ponpes yang luas tersebut. Setiap tanaman kurma itu ditanam oleh tokoh yang datang dan diberi keterangan nama tokohnya.
Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi ASN PPPK Guru 2022 Lihat di Sini
Kami pun kemarin diajak menanam kurma di halaman pondok serta meninjau pembangunan Masjid Muhammad Alawi Al Maliki. Masjid ini diambil dari nama guru Buya Marbun saat nyantri di ar-Rushaifah, Makkah: Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. Guru habaib dan ulama Indonesia.
Sebuah kehormatan menerima Kain Ulos, sebuah tongkat dan juga tasbih dari Buya Marbun. “Ulos panjang menunjukkan panjang persahabatan, tongkat simbol kepemimpinan, dan Tasbih untuk berdzikir kepada Allah dan bersholawat untuk Rosul Muhammad.” harapan yang dititipkan oleh Buya Marbun.
Terima kasih atas bekal doa dan nasehat untuk mengemban amanat baru yang lebih besar dengan baik.”

Share this article
Pembatalan deklarasi Anies Baswedan sebagai capres 2024 disebut bukan tanda-tanda keretakan di tubuh Koalisi Perubahan.