AYOJAKARTA.COM – Persidangan kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, serta para ajudan seperti Kuat Maruf, Ricky Rizal, hingga Bharada E dan lainnya memasuki babak baru.
Seperti yang diketahui bahwa saat ini kuasa hukum Sambo menyurati jaksa persidangan, dimana isi suratnya adalah dugaan Brigadir J memiliki kepribadian ganda.
Hal ini dikuatkan oleh saksi bernama Damson yang mana tinggal di Sangguling dan menjadi saksi dalam persidangan kasus Sambo.
Dikutip oleh AyoJakarta.com dari Suara.com dan kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 18 November 2022, terungkap bahwa menurut Damson, Brigadir J tidak sebaik dugaan yang tersiar.
Menurut Damson, saat Ferdy Sambo pergi ke luar kota dan Putri Candrawathi beserta anak-anak sudah tidur, Brigadir J sering kali memesan table di sebuah klub malam.
"Kalau bapak dinas ke luar kota atau kita tunggu ibu sama anak-anak sudah tidur, dia [Brigadir J] baru mulai sudah telfon orang di Brexit salah satu klub di Kemang," beber Damson, dikutip Jumat, 18 November 2022.
Hal ini memicu kegeraman seorang perempuan, aktivis Irma Hutabarat kesal dengan pernyataan dan rumor terkait kepribadian ganda Brigadir J.
Irma Hutabarat menilai, apa yang sering dibahas pada persidangan Brigadir J merupakan opini, bukan fakta. Salah satunya soal kepribadian Yosua.
“Seolah-olah ada opini lagi bahwa kepribadian ganda, ada opini lagi bahwa Yosua suka pergi ke bar. Emang kenapa kalau pergi ke bar? Kalau kau suka karaoke terus kau boleh dibunuh. Itu aja jawabannya,” kata Irma Hutabarat.
Menurut Irma Hutabarat, apa yang dilakukan kubu Sambo adalah pengalihan motif yang picik karena menyerang kehormatan orang yang sudah meninggal.
“Picik lah. Karena apa? menyerang kehormatan orang yang sudah mati itu ada pasalnya," ujar Irma.
"Kenapa? Karena dia (orang yang meninggal) tidak bisa bela diri. Karena kau tidak boleh mengatakan sesuatu tanpa bukti dan fakta," lanjutnya.
Baca Juga: Mengejutkan! Damson, Security Sambo Sebut Kepribadian Brigadir J Berubah Usai Naik Jabatan
"Kalau dia bilang suka pergi karaoke, itu kan asumsi jadinya opini. Ada fakta dia suka pergi karaoke tetapi apakah semua orang yang suka karaoke boleh dibunuh, ditembak 5 kali?” kata Irma dengan kesal.
Sudah tidak ada lagi substansi yang dapat dibahas atau ditanyakan oleh pihak Sambo membuat perempuan 59 tahun ini meyakini mengapa isu kepribadian ganda dihembuskan.
Sementara itu, Lukas Martin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J juga sempat memberikan jawaban yang menohok dan blunder bagi para kuasa hukum Sambo terkait isu kepribadian ganda.
"Para penasehat hukum ini apakah mereka sudah beralih profesi menjadi psikolog atau menjadi dokter atau sudah menjadi dukun gitu ya, sehingga bisa mengetahui orang yang sudah meninggal tanpa melihat langsung, tanpa berbicara langsung, tanpa melakukan diagnosa langsung menuduh bahwa anak Klien saya ataupun almarhum brigadir Joshua ini adalah memiliki kepribadian ganda," ujar Martin Lukas Simanjuntak., dikutip dari YouTube medcom id pada Jumat, 18 November 2022.**

Share this article
Saksi bernama Damson yang mana tinggal di Sangguling dan menjadi saksi dalam persidangan kasus Sambo atas pembunuhan Brigadir J.