AYOJAKARTA.COM - Sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat akhirnya dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).
Dalam persidangan tersebut, ada momen Richard Eliezer selaku terdakwa meminta maaf kepada para seniornya di kepolisian lantaran tidak jujur sedari awal dan justru mengikuti skenario Ferdy Sambo.
"Saya izin meminta maaf kepada komandan dan senior saya karena tidak jujur sedari awal, karena saya juga hanya mengikuti skenario dari Pak Sambo," ujarnya dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Selasa (22/11/2022).
Hal tersebut merupakan tanggapannya atas keterangan saksi AKBP Ridwan Soplanit mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, yang turut dihadirkan dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua di persidangan PN Jakarta Selatan.
Richard Eliezer awalnya mengaku kepada Ridwan Soplanit bahwa peluru yang ada di pistol Glock-17 yang ia berikan pada penyidik saat olah TKP bukan berjumlah 12 di magasin, namun berjumlah 11 di magasin dengan satu peluru di kamar pistol.
"Yang sebenarnya saat itu belum mengosongkan senjata, berarti yang berada di magasin itu hanya 11 dan yang satunya berada di kamar pistol," kata Richard.
Tak hanya Richard Eliezer, Ricky Rizal juga turut meminta maaf kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan lantaran memberikan keterangan awal yang tidak sesuai.
Ia juga meminta maaf terkait saat pemeriksaan di kantor Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri maupun di Bareskrim.
"Kami meminta maaf kepada rekan-rekan pemeriksa dari penyidik Jaksel atas keterangan yang kami berikan tidak sesuai atau apa adanya saat pemeriksaan di Paminal maupun di Bareskrim," kata Ricky Rizal.
Menanggapi keterangan saksi, Ricky Rizal menyebutkan bahwa ia tidak pernah diinterogasi oleh siapapun karena sudah keburu dibawa ke kantor Provos Divisi Propam Mabes Polri.
"Seingat saya, saya tidak ditanya oleh siapapun seperti yang disampaikan dan saya juga tidak memberikan keterangan apapun karena tidak lama saya dibawa di kantor Provos," ujarnya.***

Share this article
Berikut momen Richard Eliezer meminta maaf kepada para seniornya karena sempat mengikuti skenario Ferdy Sambo.