AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang kembali digelar hari Senin (21/11/2022) menghadirkan 10 saksi polisi.
Salah satunya adalah AKBP Ridwan Soplarit yang berperan sebagai pemimpin dalam olah TKP saat itu.
AKBP Ridwan Soplarit dicecar pertanyaan oleh hakim terkait dengan perbedaan jumlah peluru yang ditemukkan di TKP dan peluru yang ada di tubuh Brigadir Yosua.
Dilansir AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV, hakim membahas mengenai penemuan selongsong peluru berjumlah 10.
Namun, yang mengherankan, dari hasil visum menunjukkan hanya terdapat 7 luka tembakan di tubuh Brigadir Yosua.
Pada sidang lanjutan yang kembali digelar usai sepekan ditunda tersebut, hakim kembali mencocokkan jumlah 10 selongsong peluru yang ditemukan di TKP dengan hasil visum 7 jumlah luka tembakan di tubuh Brigadir Yosua.
AKBP Ridwan Soplanit yang saat itu memimpin olah TKP mengaku tidak tahu di mana 3 peluru lain bersarang.
“Waktu mengolah TKP kan ada barang bukti ya, ada selongsongan 10.
Selongsongan itu coba ditegaskan, itu bungkus pelurunya atau apa?,” ucap hakim.
Merespon pertanyaan dari hakim, AKBP Ridwan menjawab bahwa selongsong yang dimaksud adalah bungkus.
Lebih lanjut, hakim pun menanyakan terkait dengan proyektil yang juga ditemukan di tempat kejadian perkara.
AKBP Ridwan menyebut bahwa proyektil yang ditemuinya di TKP berbentuk seperti serpihan.
Baca Juga: Penuh Keheranan, Ronny Talapessy Sebut Satu Pistol Richard Eliezer Ada 3 Jenis Peluru, Kok Bisa?
“Kalau ada 10 selongsongan peluru, dalam pengalamanmu itu artinya ditembak berapa peluru?,” ujar hakim.
Menanggapi pertanyaan tersebut, AKBP Ridwan dengan lantang menjawab ada 10 tembakan dika ada 10 selongsong peluru.
Kemudian saat ditanya terkait letak dari 10 selongsong peluru ketika ia temukan dalam olah TKP, AKBP Ridwan menjawab bahwa selongsong ditemukan di berbagai titik dan tidak terkumpul.
“Ada di beberapa titik, beberapa tempat dan tidak berkumpul,” jawab AKBP Ridwan dalam sidang tersebut.
Baca Juga: Penuh Keheranan, Ronny Talapessy Sebut Satu Pistol Richard Eliezer Ada 3 Jenis Peluru, Kok Bisa?
Berikutnya, hakim menanyakan terkait dimanakah letak selongsong yang tersisa dengan jumlah yang seharusnya adalah 3.
“Terus tadi kan kamu terangkan bahwa di tubuh Yosua itu ada tembakan, tadi ada peluru masuk 7 ya, sisa di dalam satu.
Terus yang tiga lagi kemana? kan 10 selongsong, 3 ditembakkan kemana?,” tanya hakim.
Usai mendengar pertanyaan tersebut, AKBP Ridwan terlihat ragu-ragu menjawab, terbukti dengan jeda menjawab yang terbilang lama.
Pada responnya pun ia hanya menjawab tidak tahu kemanakah 3 pistol tersebut ditembakkan.***

Share this article
Sidang kasus pembunuhan Brigadir J kembali digelar, terkuat ada jumlah peluru yang berbeda dengan hasil pemeriksaan di tubuh Yosua