AYOJAKARTA.COM – Rasa penasaran publik yang selama ini bersarang di pikiran tentang keterlibatan Ferdy Sambo dalam konsorsium 303 mulai mengerucut.
Hal tersebut bermula dari kesaksian Anita Amalia yang bekerja sebagai customer service di BNI dalam kasus yang menjerat Ferdy Sambo.
“Saldo terakhir per tanggal 18 November 2022 di rekening Bripka RR senilai 622.524.890 rupiah,” jelas Anita di ruang sidang kasus Ferdy Sambo.
Baca Juga: Viral Ferdy Sambo Pesan Makan Lewat Ojol, Driver Langsung Chat Bilang Takut Kena Bunuh, Ternyata…
Jumlah saldo senilai lebih dari enam ratus juta di rekening Ajudan Ferdy Sambo, Bripka RR itulah yang menjadi awal kecurigaan publik.
Ditambah lagi dengan pengakuan terdakwa Ferdy Sambo di ruang sidang yang menjelaskan soal kepemilikan uang.
“Uang di rekening Joshua dan uang di rekening Ricky Rizal adalah uang saya, digunakan untuk keperluan operasional di rumah,” jelas Ferdy Sambo di hadapan majelis hakim.
Maka bukan hal mengherankan jika asumsi publik seperti diajak untuk mengingat kembali pernyataan kepala PPATK.
Baca Juga: Amalan Agar Dimudahkan dan Dicukupkan Rezekinya Oleh Allah, Simak Penjelasan dari Mbah Moen di Sini!
“PPATK menemukan transaksi setoran senilai US$ 55 juta atau sekitar 560 miliar rupiah,” jelas Ivan Yustiavandana selaku kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
Deretan dan sebutan angka-angka yang sangat fantastis ini memang membuat pertanyaan baru tentang seberapa Sultan-nya Ferdy Sambo.
Namun mencari jawaban dari pertanyaan seperti itu, jelas memakan waktu dan bisa bermuara pada kekecewaan.
Dikutip dari unggahan berita Suara.com tertanggal 10 Agustus 2022, diketahui bahwa harta kekayaan Ferdy Sambo tidak terdaftar di LHKPN.
Baca Juga: Amalan Agar Dimudahkan dan Dicukupkan Rezekinya Oleh Allah, Simak Penjelasan dari Mbah Moen di Sini!
Sebagai pejabat Kadiv Propam Mabes Polri, sudah seharusnya Ferdy Sambo melaporkan kekayaan pribadi ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.
Namun hingga terjadinya kasus kematian Brigadir J, hal tersebut belum pernah terwujud dikarenakan masih adanya data-data yang belum lengkap.
Maka tidak mengherankan jika kecurigaan publik tentang kemungkinan Ferdy Sambo dengan Satgassus-nya terlibat dalam konsorsium judi online kian mengkristal.
Lagi-lagi, bukan tanpa sebab publik sampai sedemikian liar membuat asumsi atau bermain dengan dugaan.
Baca Juga: Tetangga Ferdy Sambo Ungkap Fakta Mengejutkan Penembakan Brigadir J: Ditembak Bharada E dan FS
Sebab publik terlanjur mengetahui bahwa gaji yang diterima Ferdy Sambo per bulan berkisar di angka 30 hingga 50 juta rupiah.
Kecurigaan menyalah-gunakan jabatan Ferdy Sambo sebagai “Polisinya Para Polisi” ini juga sempat diungkapkan oleh Hamid Awaludin.
“Publik curiga dengan posisi Sambo sebagai ketua Satgassus, jangan-jangan Satuan ini hanya jadi instrumen pengumpul uang,” ujar Hamid.
Mantan menteri di Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004 – 2007 itu, secara pribadi menyimpulkan dugaan motif kematian Brigadir J.
“Joshua banyak tahu soal uang itu, karenanya dia dihabisi,” ujar lelaki yang pernah menjabat menteri Hukum dan HAM serta Duta Besar RI untuk Federasi Rusia.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Catatan Hitam dan Letz Go pada 24 November 2022. ***

Share this article
Benarkah aroma praktik pencucian uang sudah tercium di ruang sidang pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo? Sejumlah saksi beri pengakuan