AYOJAKARTA.COM - Gempa Cianjur yang terjadi Senin 21 November 2022 menyisakan cerita baru.
Kini muncul fenomena wisata bencana setelah musibah tersebut.
Hal itu membuat heboh lantaran fenomena wisata bencana sesungguhnya sangat tak lazim dilakukan pada lokasi gempa di Cianjur.
Terkait adanya fenomena wisata bencana pada lokasi gempa Cianjur, pihak kepolisian ikut turun tangan mengambil sejumlah langkah.
Baca Juga: Mengenal Gempa Bumi Megathrust dari Penyebab hingga Dampaknya, Simak Info Lengkapnya di Sini!
Salah satunya adalah menunggu adanya regulasi dari satgas setempat yaitu Pemda Cianjur untuk menertibkan para pengunjung lokasi bencana gempa yang seakan-akan menganggapnya tempat wisata.
Dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com pada Kamis 1 Desember 2022, hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo.
“Kita harus ada regulasinya, jadi kita menunggu dulu dari satgas dalam hal ini yaitu Pemda Cianjur,” ungkap Ibrahim Tompo.
Walaupun belum ada regulasi resmi terkait penertiban pengunjung di lokasi bencana gempa, Polda Jabar selalu berupaya untuk mengimbau masyarakat yang mengunjungi lokasi tetap tertib.
Namun masyarakat masih terus saja berdatangan ke beberapa titik lokasi bencana gempa di Cianjur dan membuat lokasi selayaknya tempat wisata.
Hal ini dikhawatirkan akan membuat bahaya bagi para pengunjung karena lokasi masih rawan bencana.
“Di lapangan kita selalu beri himbauan kepada masyarakat untuk tidak berkerumun di titik-titik yang masih rawan bencana,” tambahnya.
Baca Juga: Update Terbaru, Gempa Bumi Magnitudo 2,9 Kembali Mengguncang Cianjur
Diketahui banyak warga yang berkunjung ke beberapa lokasi rawan bencana di Cianjur bahkan pengunjung terlihat memadati lokasi hanya untuk melihat kondisi pasca gempa.
Fenomena wisata bencana tersebut justru membuat arus lalu lintas menjadi macet.
Bahkan diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) jika kondisi fenomena tersebut dapat berdampak bagi tim gabungan yang tengah melakukan evakuasi.
“Dari pihak Polri diminta untuk menertibkan pengunjung, di tempat bencana yang tidak diperlukan, terutama mereka yang menjadikan bencana ini jadi wisata,” ujarnya saat Konferensi Pers di Jakarta.
Baca Juga: Viral Relawan Medis Korban Gempa Cianjur Mundur dari Tugas, Begini Penjelasannya
Fenomena ini juga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, seperti dalam cuitannya di Twitter.
“Jangan lakukan wisata bencana atau ingin lihat-lihat. Bantuannya 1 mobil, tapi yang ngantar di belakang bisa sampai 6 -8 mobil,” cuitnya.
Ridwan Kamil juga menyayangkan jika fenomena tersebut akhirnya membuat sejumlah ruas jalan macet total setiap pagi hingga sore hari.***

Share this article
Terkait fenomena wisata bencana di lokasi gempa Cianjur, berikut tanggapan polisi, Menteri PMK dan Ridwan Kamil.