AYOJAKARTA.COM -- Kesaksian Bharada Richard Eliezer alias Bharada E mengenai adanya sosok wanita misterius yang menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo menarik perhatian publik.
Kesaksian tentang wanita cantik itu pun patut untuk dikuliti oleh Majelis Hakim dalam rangka mengkonfirmasi kasus pelecehan seksual yang sampai saat ini masih tetap didengungkan kubu Ferdy Sambo.
Hal ini disampaikan oleh seorang pakar hukum pidana Profesor Suparji Ahmad pada sebuah acara Dua Sisi.
"Tentunya hakim punya pertimbangan ya, untuk mendalami suatu fakta berdasarkan keterangan para saksi terkait dengan soal kehidupan rumah tangga antara ibu PC dan FS, saya kira dimaksudkan dalam rangka untuk mengkonfirmasi motif pelecehan seksual tadi itu," ucap Prof. Suparji, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 2 Desember 2022 2022.
Di sisi lain, Martin Simanjuntak yang merupakan kuasa hukum dari keluarga Brigadir J mengatakan bahwa semua yang dikatakannya pada awal kasus ini bergulir tentang adanya orang ketiga akhirnya terungkap.
Martin menyakinkan bahwa merujuk pada konstruksi kasus ini, ada seorang wanita yang keluar dari rumah seseorang yang bukan suaminya kemudian diikuti dengan istri dari pemilik rumah yang datang dalam keadaan marah dengan membawa ajudan bersenjata.
Hal ini menurutnya semakin terlihat seperti kisah pelakor tertangkap tangan yang beredar di masyarakat.
Penjelasan dari Martin Simanjuntak pun semakin menarik saat dirinya menjelaskan ciri- ciri wanita yang menangis tersebut memiliki rambut pendek dan berkulit sawo matang mirip wanita yang diisukan dekat dengan sambo di awal kasus ini bergulir.
"Ini pasti ni informasi A1, rambutnya pendek, kulitnya manis-manis sawo matang tapi agak- agak coklat, nah ini profilnya kok mirip sekali dengan 'si cantik' yang sering dibahas oleh rekan saya, apakah dia atau bukan," ucap Martin.
Wanita yang diisukan terkait dengan kasus ini adalah AKP Rita Yuliana yang diduga merupakan simpanan dari terdakwa Ferdy Sambo, namanya pun santer dibicarakan pada awal kasus ini bergulir.
Martin Simanjuntak mengatakan bahwa sosok pria bernama Elben yang terlihat pada lokasi rumah jalan Bangka seharusnya dihadirkan dalam persidangan untuk mengetahui motif pembunuhan Brigadir J.
Hal itu patut dilakukan untuk dapat membuktikan adanya permasalahan yang terjadi pada rumah tangga mereka karena saat persidangan berlangsung keduanya sering menunjukan kemesraan dan keharmonisan.
"Kalau ada hubungan yang tidak baik-baik saja, sedangkan Ibu PC sering terpisah rumah oleh suaminya, dan sering bepergian dengan ajudan kita harus memikirkan satu hal ini," ucap Martin.
Sejalan dengan Martin Simanjuntak, pengacara Bharada E Ronny Talapessy pun berpendapat sama bahwa ada isu orang ketiga ini memang benar adanya.
Hal ini dikaitkan dengan keterangan Bharada E mengenai keberangkatan Putri Candrawati beserta ajudan dari rumah Saguling dengan membawa senjata dan dalam suasana yang tegang.***

Share this article
Kesaksian Bharada E mengenai adanya sosok wanita misterius yang menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo menarik perhatian publik.