Anne Ratna Mustika Sebut Tak Diberi Nafkah, Dedi Mulyadi: Bayarin Utang Pilbup Kategori Apa?

Anne Ratna Mustika Sebut Tak Diberi Nafkah, Dedi Mulyadi justru bilang begini
Anne Ratna Mustika Sebut Tak Diberi Nafkah, Dedi Mulyadi justru bilang begini

AYOJAKARTA.COM--Kabar perceraian Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna Mustika hingga kini masih menjadi perbincangan publik.

Pasalnya Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika hingga kini masih belum resmi bercerai.

Seperti yang diketahui, Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi pada 19 September lalu.

Persidangan perceraian Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika kembali digelar pada Rabu (8/12/2022) di Pengadilan Agama Purwakarta.

Baca Juga: Bukan Gempa Sesar Baribis yang Akan Menimbulkan Korban Jiwa, Tapi Hal Ini Kata Ahli

Hingga saat ini proses sidang cerai keduanya sudah sampai pada tahap melakukan penguatan terhadap materi gugatan.

Berkaitan dengan perceraian, Dedi Mulyadi memberikan tanggapan.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Dedi menyampaikan mengenai tuduhan yang dilontarkan oleh Anne Ratna kepadanya.

Melalui videonya, Dedi menjelaskan jika ia ingin menyampaikan perihal tuduhan tersebut ke majelis hakim bahwa hal tersebut adalah tidak benar.

“Apa sih yang sebenarnya yang ingin kami sampaikan ke majelis itu melalui pengacara adalah bahwa apa yang dituduhkan itu, itu tidak benar. Itu aja, kami ini tugasnya adalah melakukan upaya-upaya hukum terhadap tuduhan itu adalah tidak benar,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu Anne Ratna menyampaikan alasannya mantap ceraikan Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Segera Cek! Inilah Kriteria Penerima Bansos PKH Balita 2023 dan Dapatkan Bantuan Rp3 Juta

Kala itu Anne Ratna menyebut jika ia mendapatkan KDRT psikologis oleh Dedi Mulyadi.

“Makanya benar dan tidaknya kan nanti hakim yang memutuskan. Misalnya tuduhan KDRT, kan KDRT psikologi ya kita ingin menyampaikan bahwa itu tidak benar karena ciri-cirinya tidak ada kemudian fakta-faktanya juga nanti biar dilihat di pengadilan, faktanya apa,” ucap Dedi.

“Nah kemudian juga kalau dilihat dari sisi aspek psikologi apalagi pernyataan Ambu yang kemarin itu kan bisa dilihat tuh sisi psikologi seseorang apakah dia mendapatkan KDRT atau mungkin malah Ambu ini memang punya karakter seperti yang diperlihatkan kepada masyarakat, kita tidak mau menuduh itu,” tambah Dedi.

Baca Juga: Rasa Sayang Achraf Hakimi pada Ibu Bikin Gawang Unai Simon Goyang dan Spanyol Tumbang di World Cup Qatar 2022

Selain itu, sebelumnya Anne Ratna meyampaikan jika ia tidak diberi nafkah oleh Dedi Mulyadi.

Akan tetapi, Dedi kemudian membantah hal tersebut dan menerangkan jika ia tetap membiayai keluarga karena hal tersebut merupakan kewajibannya sebagai seorang suami.

“Kalau rumah dinas engga bisa dibayar oleh saya karena itu rumah dinas negara yang sudah semuanya dibiayai oleh negara, itu engga boleh ada uang pribadi saya masuk ke rumah dinas, itu engga boleh,” terang Dedi.

Tidak hanya itu, Dedi juga menjelaskan mengenai nafkah yang ia berikan kepada Anne Ratna Mustika.

Baca Juga: Penolakan RUU KUHP Makin Ekstrem, dari Demo Besar hingga Bom Bunuh Diri

Dedi menyinggung soal proses Anne Ratna menjadi Bupati Purwakarta yang mengeluarkan biaya baik sebelum dan sesudah Pilkada.

“Kan setiap pencalonan kan pasti ada biaya, kalau pencalonan ada biaya berarti kan ada pembiayaan yang dikeluarkan. Setelah pilkada pun ada kewajiban yang saya selesaikan, ada pembiayaan yang saya bayarkan, ya pasti nilainya ya lumayan menurut ukuran saya,” singgungnya.

Besarnya biaya yang dikeluarkan oleh Dedi Mulyadi tentu dirinya bertanya-tanya mengenai tuduhan tidak memberikan nafkah tersebut.

Baca Juga: Dicecar Jaksa di Persidangan, Kuat Maruf Kesal: Bapak Kalau Nyecer Pelan-pelan, Otak Saya Nggak Nyampe!

“Nah nanti yang akan disampaikan oleh pengacara kepada majelis hakim adalah kalau ada tuduhan tidak memberikan nafkah terus lantas pembiayaan yang dikeluarkan untuk menunjang keberhasilan seorang istri menjadi Bupati, baik sebelum pencalonan maupun setelah pencalonan apa kategorinya?” kata Dedi.

“Dalam kategorinya kategori apa? Apakah bisa dikategorikan nafkah atau bukan? Kalau bukan kategori nafkah lantas kategori apa?” imbuh Dedi.

Selanjutnya, terkait mengenai pernyataan Anne Ratna yang menyebut jika dirinya diberi nafkah akan tetapi uangnya tidak akan ia gunakan melainkan untuk ditabung untuk anak-anak, Dedi Mulyadi memberi reaksi.

Baca Juga: Jelang Pernikahan, Kaesang-Erina Kompak Siraman Pakai 7 Mata Air, Salah Satunya Diambil dari Kediaman Jokowi

“Kalau bicara persoalan pegang uang untuk ditabung kan anak-anak juga saya sekolahkan sampai hari ini dan kemudian sudah saya bilang kan jumlah asetnya juga bertambah dan pernah saya sampaikan loh ini aset kita, ini penghasilan ayah dalam setiap bulan, ini kewajiban ayah dalam setiap bulan,” ungkapnya.

“Kalau untuk ditabung berarti bukan kategori nafkah, tapi tabungan keluarga, itu beda. Kalau dalam menafkah dalam pamahaman saya membantu istri menjadi Bupati, mengeluarkan biaya, brand nama saya juga menjadi bagian dari keberhasilannya kalau kami dan pengacara itu adalah nafkah,” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pilbup
# Anne Ratna Mustika
# nafkah
# nafkah
# gugatan cerai
# Dedi Mulyadi

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.