AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi diketahui ikut terlibat dalam pembersihan DNA atau sidik jari Ferdy Sambo pada barang-barang milik Yosua.
Diungkapkan oleh Bharada E bahwa pembersihan barang milik Yosua adalah sesuai dengan perintah Putri Candrawathi.
Hal itu membuat kasus pembunuhan Brigadir Yosua makin menarik dan membuat aktivis perempuan turut buka suara.
Baca Juga: Terkuak! Ternyata Depresi Putri Candrawathi Bukan Karena Diperkosa, Melainkan Karena Hal Ini..
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Senin 19 Desember 2022, Aktivis Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual, Ratna Batara Munti menilai Putri Candrawathi bisa jadi otak di balik pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat.
Ratna Batara berpikir demikian karena selama ini sesuai dengan fakta persidangan yang ditampilkan, sosok Putri Candrawathi terlibat sangat aktif baik dari perencanaan dan pembersihan DNA di kasus ini.
Putri Candrawathi dalam kesaksian Bharada E dan Ricky Rizal memerintahkan ajudan untuk membersihkan barang-barang Yosua dengan desinfektan dan hand sanitizer.
Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghilangkan bukti sidik jari Ferdy Sambo yang mungkin menempel di barang milik Yosua.
Baca Juga: Geger! KPK Mulai Curigai Ferdy Sambo, Harta Kekayaannya Dianggap Tidak Wajar
Ratna Batara beranggapan bahwa perintah dan keterlibatan Putri Candrawathi sangat terencana dan terstruktur.
Sampai memikirkan terkait penggunaan sarung tangan oleh para ajudan.
“Dari posisinya dan juga keterlibatan dalam kasus ini kan terlihat ya dari fakta-fakta persidangan seperti yang disampaikan oleh Richard bahwa dia (Putri Candrawathi) itu ada ketika perencanaan awal dan bahkan mungkin itu bukan awal, kita tidak ada yang tahu,” jelas Ratna Batara.
“Kita kan ngga tahu, Yosua itu sudah menyatakan dia itu punya masalah yang berat sampai kemudian dia itu dibunuh dan kemudian PC itu terlibat juga dalam perencanaan bahkan tadi juga setelah selesai melakukan eksekusi juga dia aktif mengumpulkan hp,” tambahnya.
Ratna Batara Munti bahkan berujar bahwa bisa jadi Putri Candrawathi justru otak di balik rencana pembunuhan Brigadir Yosua.
“Bisa jadi dia malah otak di balik ini semua,” katanya.
“Kita ngga bisa memukul rata semua perempuan itu lemah, itu justru pandangan yang sangat bias gender ya, bahwa perempuan itu ngga mungkin menjadi otak atau dalang dari kejahatan,” jelas Ratna Batara.
Sidang kasus pembunuhan Brigadir J masih terus berjalan dengan mencari fakta-fakta baru dari saksi-saksi dan juga keterangan terdakwa serta alat bukti lain.***

Share this article
Berikut tanggapan Aktivis Perempuan Ratna Batara Munti soal peran Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J.