AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan bagi terdakwa Bharada E sempat digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Bharada E dengan didampingi kuasa hukumnya, Ronny Talapessy selalu terlihat kompak dalam persidangan.
Kali ini pengacara Bharada E yakni Ronny Talapessy mengungkapkan kepada wartawan mengenai catatannya dari hasil sidang pada Senin (19/12/2022).
Dilansir AyoJakarta dari kanal YouTube Kompas.com, pihak penasihat hukum Bharada E itu menjelaskan terkait penuturan ahli yang dihadirkan dalam persidangan.
Ronny Talapessy menuturkan catatannya sesuai penuturan Ahli Kriminologi, bahwa Bharada E bukan merupakan aktor intelektual.
Aktor intelektual tersebut dijelaskan dalam hal pembagi kerja, membuat skenario, kemudian berupaya tidak terlihat identifikasi dari sebuah perkara.
Selanjutnya menjelaskan terkait dengan perintah, ditegaskan oleh Ronny Talapessy bahwa kliennya tidak akan melakukan pembunuhan tanpa adanya perintah.
Diungkapkan pula mengenai ikatan pangkat Bharada E kala itu berhadapan dengan seorang Irjen.
Melalui Ronny Talapessy Ahli Kriminolog menyebut bahwa Bharada E merupakan seorang victimologi.
"Bahwa disampaikan klien kami ini merupakan korban dari perbuatan dari seorang aktor Intelektual seorang Ferdy Sambo," ungkap Ronny.
Kemudian tentang keikutsertaan Eliezer dalam pembunuhan Brigadir J pun dibenarkan oleh kuasa hukum Bharada E sesuai dengan fakta persidangan.
Namun mengenai perannya, dijelaskan bahwa hal itu karena perintah relasi kuasa Richard Eliezer.
Bharada E yang kala itu berhadapan dengan seorang Kadiv Propam Polri.
Sehingga dengan posisi Eliezer yang berpangkat dibawah Ferdy Sambo akan kecil kemungkinan untuk menolak atasannya.
Ferdy Sambo memang disebut-sebut mempunyai kuasa yang cukup besar saat dirinya masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
Hal itu terlihat dari awal kasus pembunuhan Brigadir Joshua ini mencuat.
Skenario demi skenario sempat disusun dengan rapi oleh pihak Ferdy Sambo dan istrinya.
Hingga kini perkara yang penuh dengan teka-teki itu masih dalam proses penyelidikan.***

Share this article
Ronny Talapessy mengungkapkan bahwa menurut ahli Bharada E justru menjadi korban dari peran intelektual Ferdy Sambo, kok bisa?