AYOJAKARTA. COM - - Saat ini kasus pembunuhan Brigadir Yosua masih terus berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menariknya di persidangan tersebut ternyata ada banyak fakta-fakta baru yang kembali terkuak.
Salah satunya dimana ada pembentukan grup WhatsApp tiga hari setelah Yosua tewas atau pada 11 Juli 2022.
Awalnya jaksa menanyakan tentang grup whatsapp yang bernama Duren Tiga.
Baca Juga: Koki Salt Bae Dikecam Setelah Pegang Trofi Piala Dunia 2022, Melanggar Aturan FIFA!
"Berarti di dalam grup ini ada terdakwa lima orang ini ya, "tanya JPU
"Iya, " jawab saksi ahli.
"Ada nggak percakapan yang terjadi dalam grup ini?, " tanya kembali.
"Percakapannya sudah tidak ada pak, "jawab Adi
Diketahui saksi Ahli Digital Forensik Ditsiber Polri, Adi Setya mengungkapkan adanya sebuah grup WhatsApp yang berisikan para terdakwa pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: 93 Formasi PPPK Tahun 2022 Siap Dibuka Di Perpusnas RI, Cek Informasi dan Persyaratannya di Sini!
Hal itu disampaikan Adi Setya saat dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi ahli di persidangan Senin (19/12/2022).
Adapun grup WhatsApp ini beranggotakan sejumlah asisten rumah tangga serta ajudan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang dibuat oleh Ricky Rizal Wibowo.
"Yang pertama kontak WhatsApp atas nama Richard, yang kedua kontak WhatsApp atas nama Ricky Wibowo, yang ketiga kontak WhatsApp atas nama Damson Koban, yang berikutnya kontak WhatsApp atas nama Daden, kemudian kontak WhatsApp atas nama Irjen Ferdy Sambo," kata Adi.
"Kemudian kontak WhatsApp atas nama Putri Candrawathi, kontak WhatsApp atas nama Diryanto, kontak WhatsApp atas nama Om Kuat kemudian kontak WhatsApp atas nama SMD, kontak WhatsApp atas nama Tuhan Yesus Maha Baik," kata Adi.
"Kemudian kontak WhatsApp atas nama Alfanzo, kemudian kontak WhatsApp atas nama Sadam, berikutnya kontak WhatsApp atas nama Gusti Sejati," sebut Adi.
"Berikutnya kontak WhatsApp atas nama Prayogi Iktara, kontak WhatsApp atas nama AR 19 dan yang terakhir kontak WhatsApp atas nama WTK 46," sambung Adi.
Kemudian ada sosok misterius dengan akun Tuhan Yesus Maha Baik ini ramai jadi perbincangan publik setelah fakta baru tersebut terungkap dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.
Pasalnya nama akun “Tuhan Yesus Maha Baik” ini sempat menimbulkan tanda tanya publik.
Namun baru-baru ini diketahui sosok di balik nama tersebut ternyata Alfonsius Dua Larang, Sekuriti Rumah Sambo.
Tak hanya itu kuasa hukum Ricky Rizal, Belan Dewangga Pribadi mengatakan bahwa dugaan dari kliennya itu yang biasa memakai nama religius adalah ibu PC, Damson atau Alfounsius.
Namun dalam grup WA tersebut untuk PC dan Damson sudah tertera dan kemungkinan itu sekuriti rumah Ferdy Sambo.
Untuk Richard idak banyak informasi yang bisa digali karena setelah ditambahkan ke grup tersebut selama 3 jam, kontak Bharada E pun lalu dikeluarkan.***

Share this article
Terungkap sosok Tuhan Yesus Maha Baik di WhatsApp grup Duren Tiga. Kasus pembunuhan Brigadir Yosua fakta terbaru