AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi lagi-lagi menjadi sorotan pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J yang menghadirkan saksi Ahli Kriminolog Muhammad Mustofa.
Saat itu, Putri Candrawathi memberikan tanggapannya atas keterangan saksi ahli kriminolog dengan membantah beberapa kesaksiannya sambil menangis di persidangan pada Senin 19 Desember 2022.
Dalam kesaksiannya, Muhammad Mustofa sempat mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak yakin akan adanya kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi.
Bahkan saksi ahli kriminolog tersebut mengatakan bahwa kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi tidak bisa untuk dijadikan motif pembunuhan Brigadir J.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Minggu 25 Desember 2022, Hakim kemudian menanyakan tanggapan Putri Candrawathi atas kesaksian dari ahli kriminolog tersebut.
“Selanjutnya kepada terdakwa Putri Candrawathi, bagaimana terhadap keterangan lima saksi ini?” tanya Hakim.
“Untuk Bapak Professor Mustofa sebagai ahli kriminolog mohon maaf sebelumnya pak, bahwa saya tidak pernah mengetahui suami saya Bapak Ferdy Sambo akan ke Duren Tiga dan juga tidak mengetahui peristiwa penembakan tersebut,” jawab Putri Candrawathi kepada Muhammad Mustofa.
Putri Candrawathi juga mengaku pada saat peristiwa penembakan, dirinya sedang berada di dalam kamar dengan kondisi tertutup untuk beristirahat.
Ia kemudian menyayangkan keterangan saksi ahli kriminolog Muhammad Mustofa yang dianggapnya hanya membaca BAP dari satu sisi saja.
Saat memberikan bantahan terhadap keterangan Muhammad Mustofa, Putri Candrawathi bahkan menangis.
Putri Candrawathi mengatakan bahwa dirinya justru korban kekerasan seksual dalam hal ini dan meminta saksi ahli kriminolog tersebut untuk memahami perasaannya.
“Saya berharap bapak bisa memahami perasaan saya sebagai seorang perempuan korban kekerasan seksual, pengancaman dan penganiayaan,” tambahnya dengan suara terbata dan menangis.
“Terima kasih,” tutup Putri Candrawathi dalam sanggahannya.
Terlihat Putri Candrawathi menundukan kepala sembari menangis dengan wajah yang ditutup masker.
Diketahui juga bahwa hasil poligraf Putri Candrawathi perihal kekerasan seksual dianggap berbohong oleh saksi ahli poligraf di persidangan sebelumnya.
Pada sidang di hari tersebut, lima saksi ahli telah dihadirkan untuk memberikan keterangan bagi lima terdakwa yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Selain ahli kriminolog, terdapat juga saksi ahli forensik yang menyebutkan lintasan peluru pada tubuh Brigadir J sesuai hasil autopsi.
Terdapat dua tembakan yang dinilai fatal dan mematikan hingga dianggap merenggut nyawa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.***

Share this article
Tanggapi keterangan saksi Ahli Kriminolog, Putri Candrawathi minta dipahami perasaannya sambil menangis.