AYOJAKARTA.COM - Kuat Maruf terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua masih harus mengikuti proses persidangan.
Kuat Maruf kembali menjalani sidang lanjutannya pada Senin, 9 Januari 2023 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Kuat Maruf dalam sidang lanjutannnya sempat dicecar Jaksa soal pengakuannya terkait skenario Ferdy Sambo.
Baca Juga: Richard Eliezer Terpojok? Kuat Maruf Bilang Perintah Ferdy Sambo adalah Hajar Bukan Tembak
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompastv pada Selasa, 10 Januari 2023 berikut ulasannya.
Diketahui bahwa kuat sempat ditelepon oleh Ferdy Sambo.
Supir pribadi Ferdy Sambo ini menceritaakn bahwa dirinya dihubungi oleh mantan atasannya itu untuk berkata jujur.
Jaksa Penuntut Umum pun heran kenapa Kuat harus ditelepon oleh mantan Kadiv Propam Polri itu untuk berkata jujur.
Kuat mengaku bahwa alasannya kenapa baru membongkar skenario Ferdy Sambo karena ia merasa takut pada atasannya.
Perihal pengakuan skenario, Jaksa pun bertanya apakah supir Ferdy Sambo ini tahu bahwa dia adalah orang terakhir yang baru membongkar skenario.
Baca Juga: Lagi-lagi, Kuat Maruf Bikin Majelis Hakim dan Pengunjung Sidang Pembunuhan Yosua Tertawa
“Sekuat itu sesuai dengan nama saudara, sekuat itu janji saudara kepada Ferdy Sambo?
pada saat itu apakah saudara juga tahu bahwa saudara adalah orang terakhir yang tidak mengakui yang lainnya udah pada ngaku nih,” ujarnya.
Kuat pun mengakui bahwa dirinya telah diberitahu oleh penyidik perihal pengakuan skenario tersebut.
Kendati demikian, Kuat saat itu masih belum mengaku saat ditanya oleh penyidik.
Atas kekonsistenannya itulah yang membuat Jaksa mengatakan bahwa Kuat memiliki janji yang kuat kepada Ferdy Sambo sesuai namanya.
Supir suami Putri Candrawathi mengaku selain alasan takut untuk membongkar, ia juga tidak ingin menghianati atasannya tersebut.
Baca Juga: Ditanya Hakim Soal Kuat Maruf Kejar Yosua Bawa Pisau, Terungkap Begini Pengakuan Richard Eliezer
“Ya intinya saya nggak mau jadi orang penghianat gitu aja pak,” ujarnya.
Kemudian ia juga menceritakan pertanyaan apa saja yang diberikan oleh penyidik saat pemeriksaan.
Saat itu ia ditanya perihal KTP, alamat dan diminta untuk menulis tangan namun Kuat menolak dengan alasan tidak bisa menulis karena tangan sedang gemeteran.
Dan tanpa diminta menceritakan kejadian yang di Magelang, Kuat langsung menceritakannya kala itu.
“Tolong ceritakan terus aku yang nanya pak ini ceritanya yang dari Magelang? oh di Magelang ya udah cerita aja, ditulis tuh sama orang itu, sama Polisi itu,” ujarnya.***

Share this article
Ikuti skenario pembunuhan Brigadir J dan setia kepada Ferdy Sambo, Kuat Maruf akui tidak mau jadi orang yang berkhianat.