AYOJAKARTA.COM - Persidangan pemeriksaan terhadap terdakwa Putri Candrawathi terkait kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada Rabu, 11 Januari 2023 hingga kini masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya, sidang tersebut diwarnai oleh tangisan dari terdakwa Putri Candrawathi hampir sepanjang jalannya pemeriksaanya.
Namun hal ini bukannya membuat banyak pihak merasa iba, tapi banyak yang mempertanyakan terkait tangisan dari Putri Candrawathi.
Salah satunya adalah Irma Hutabarat dalam sebuah program televisi Kabar Petang di stasiun televisi TV One.
Dalam komentarnya Irma mengatakan keraguannya tentang tangisan Putri Candrawathi tersebut.
"Ini kan seperti adegan action kapan harus nangis , kalau ketika Susi memegang kaki saya terus langsung nangis dan ada satu hal lagi kalau saya menangis saya tidak akan pernah mengatakan saya menangis, itu tidak seperti itu kalau orang sedih," ucap Irma Hutabarat, dikutip Senin, 16 Januari 2023.
Irma pun kemudian menjelaskan beberapa hal yang dianggap janggal terkait pengakuan pelecehan dan penganiayaan yang diklaim oleh Putri Candrawathi.
"Dalam hal ini pada saat di Magelang, selain ada Susi selain ada Kuat, itu juga PC dalam keadaan sakit, karena di bawah di sofa dia sudah tergeletak, dia minta diangkat oleh Yosua, Yosua tidak mau mengangkat sendiri panggil Bharada E mengangkatnya," ucap Irma.
Ia juga menganalogikan terkait klaim Putri Candrawathi yang mengatakan bahwa dirinya dibanting sebanyak tiga kali oleh Yosua.
"Jadi saya malah berpikir ditepis katanya tangannya Ichad, oh mungkin maunya dia diangkat sendiri sama Yosua, tapi Yosua tidak kuat, mengangkat sendiri saja tidak kuat, minta bantuan Ichad bagaimana Yosua bisa membanting 3 kali, apa dia langsing?" ungkap Irma.
"Ada hal hal secara teknis tidak mungkin tapi di ulang ulang saya dibanting tiga kali lalu berubah saya diperkosa tiga kali, "ucapnya.
"Ada satu hal yang menarik, kalau perempuan diperkosa, tidak akan mungkin dia memakai kata kata saya dikurang ajari itu beda banget," jelas Irma.
Baca Juga: 4 Bukti yang Dibeberkan Febri Diansyah Soal Pelecehan Seksual Putri Candrawathi Bikin Geleng Kepala
"Kurang ajar itu kalau dari kamu mungkin dari verbal atau kata kata lalu ada kata kata yang tidak konsisten Yosua kurang ajar kepada saya, lalu ada pelecehan seksual saya," lanjutnya.
Kemudian Irma ditanyai oleh pembawa acara pada tayangan tersebut mengenai kemungkinan Putri Candrawathi merasa trauma dengan kata-kata pemerkosaan, ia pun menepis pendapat tersebut karena trauma oleh pemerkosaan itu berbeda.
"Tidak bisa, saya bicara dengan Mas Reza yang namanya pemerkosaan itu rajanya trauma, trauma paling tinggi tidak ada lagi yang di atas itu," ungkap Irma Hutabarat.***

Share this article
Irma Hutabarat mempertanyakan terkait tangisan dari Putri Candrawathi di persidangan kasus pembunuhran Brigadir J.