AYOJAKARTA.COM – Hingga akhir deliknya, Putri Candrawathi tetap berpendirian teguh bahwa dirinya telah diperkosa oleh Brigadir Yosua, perilakunya ini kemudian dianalisis oleh Irma Hutabarat sebagai seorang aktivis.
Pernyataan dari Putri Candrawathi tidak goyah walaupun belum ada bukti yang bisa diakui oleh hukum bahwa dirinya benar mengalami pemerkosaan.
Irma Hutabarat mengamati proses hukum kasus pembunuhan Yosua yang melibatkan Putri Candrawathi menjadi salah satu terdakwa.
Dalam pengamatannya tersebut, alih-alih merasa trauma, menurut Irma, Putri justru masih bisa memanggil Yosua dengan panggilan mesra pasca kejadian dugaan perkosaan yang dialaminya.
Dalam persidangan Putri Candrawathi kerap kali memanggil Yosua dengan panggilan "Dek Yosua", ini dinilai sebagai panggilan mesra oleh Irma Hutabarat.
“Beberapa hal yang saya catat, satu memanggilnya masih tetap mesra, ‘saya dibopong oleh Dek Yosua’, mungkin nggak sih orang memanggil pemerkosanya dengan itu?” kata Irma, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube-nya, Kamis, 9 Februari 2023.
Irma kemudian mengulang kembali salah satu pernyataan yang pernah disampaikan oleh Putri di dalam persidangan.
“Bagaimana bisa menyebut nama orang yang katanya pelaku dengan mesra ‘Dek Yosua’, ‘Saya ditemani oleh Dek Yosua waktu Mengantar ke Magelang waktu anak pertama saya masuk yang ada di sana dengan Dek Yosua’, itu kaya mungkin nggak si?” ujar Irma.
Dirinya tak habis pikir kenapa Putri masih bisa memanggil Yosua dengan panggilan tersebut padahal dirinya mengaku telah diperkosa.
Irma membayangkan jika dirinya ada di posisi Putri maka ia tidak akan segan untuk menyebut nama pelaku yang memperkosanya.
“Saya teringat laki-laki laknat itu, saya tidak akan mungkin menyebut namanya,” tegas Irma Hutabarat.
Menurut Irma Hutabarat, jangankan pelaku pelecehan seksual, bagi wanita yang telah disakiti hatinya oleh pacarnya, mantannya, atau mantan suaminya saja itu dapat dipastikan akan merasa ngilu jika menyebut nama orang tersebut.
Baca Juga: Febri Diansyah sebut Isu Perselingkuhan Putri Candrawathi 'Itu Pesanan', Begini Ternyata...
Menurut pakar forensik psikologi Reza Indragiri, trauma yang disebabkan oleh perkosaan adalah trauma yang paling mengerikan.
Karena ini bukan hanya tentang organ intim saja tapi menyangkut kejiwaan, batin dan juga mental. Jadi jika benar Putri telah mengalami perkosaan maka tidak mungkin dirinya masih bisa memanggil Yosua dengan sebutan ‘Dek’.
“Alat intim itu merupakan ruhnya dari seorang wanita ya, ketika itu di rusak maka tidak mungkin bisa menyebut nama yang merusak itu dengan panggilan Dek Yosua,” ujar Irma.
Dari pengamatan tersebut maka Irma Hutabarat meyakini bahwa cerita perkosaan hanyalah karangan Putri Candrawathi belaka.***

Share this article
Irma Hutabarat ungkap panggilan mesra Putri Candrawathi terhadap Brigadir Yosua yang terungkap di persidangan.