AYOJAKARTA.COM - Aktivis Irma Hutabarat buka suara soal kesimpulan jaksa yang menyebut adanya perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Yosua.
Sebagaimana diketahui, dalam kasua pembunuhan Yosua ini, Irma Hutabarat menjadi salah satu sosok yang ikut menyuarakan keadilan bagi keluarga korban.
Irma Hutabarat lantas mempertanyakan bukti apa yang bisa membuat jaksa menyimpulkan adanya perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Yosua.
Sebelumnya, pada sidang tuntutan Kuat Maruf yang digelar pada Senin (16/1/2023) jaksa menyebut bahwa tidak ada pelecehan seksual, melainkan perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Yosua.
Sontak saja, hal itu membuat Irma Hutabarat ikut merasa geram.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, Irma Hutabarat menyebut kesimpulan jaksa itu tidak masuk akal.
"Lalu, kalau sekarang tiba-tiba JPU menyimpulkan bahwa ini perselingkuhan, dari mana, dalilnya itu nggak masuk. Pelecehan nggak masuk, perkosa nggak masuk, lalu tiba-tiba perselingkuhan," ujar Irma Hutabarat.
Ia lantas mempertanyakan soal bukti yang bisa menyimpulkan hal tersebut.
Sebab menurut Irma, bukti seperti percakapan Putri dengan para ajudannya tidak pernah dibuka di persidangan.
"Ketika tiba-tiba JPU mengatakan ini ada perselingkuhan. Pertanyaan saya, itu dalil dari mana? Apakah ada buktinya?" kata Irma.
"Kalau mau di-trace, itu kan ada data-data sebelumnya percakapan antara PC dengan para ajudan, mana, apakah pernah dibuka," tambahnya.
Tak cuma itu, Irma sempat menyinggung saat Ferdy Sambo menangis di hadapan para petinggi Polri, seperti Kapolri, Kapolda, dan juga Kompolnas.
Dengan lantang, Irma menyebut tangisan mantan Kadiv Propam itu hanya sebatas akting.
"FS menangis di depan Kapolri, menangis di depan Kapolda, menangis di depan Kompolnas, itu apa yang diceritakan, kenapa mereka tidak dipanggil jadi saksi," ungkapnya.***

Share this article
Irma Hutabarat heran dengan kesimpulan jaksa sebut Putri Candrawathi dan Yosua selingkuh, pertanyakan hal apa yang bisa jadi bukti.