AYOJAKARTA.COM - Jaksa Penuntut Umum memberikan kesimpulan bahwa, tidak ada kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Yosua terhadap Putri Candrawathi, melainkan adanya dugaan perselingkuhan antara keduanya.
Dugaan ini berdasarkan kesaksian dari para saksi lain yang bertolak belakang dengan pengakuan Putri Candrawathi atas kekerasan seksual yang dialaminya.
Namun dalam hal ini, Reza Indragiri menyatakan bahwa pelecehan seksual dan perselingkuhan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir Yosua telah disampaikan oleh Kapolri pada rapat Komisi 3 DPR RI.
Selain itu, Psikolog Forensik Reza Indragiri ini mengungkapkan bahwa yang menjadi korban dalam kekerasan seksual tersebut bukanlah Putri Candrawathi.
"Saya justru berspekulasi adanya kemungkinan yang ketiga, adalah kekerasan seksual namun berbeda korbannya," ujar Reza Indragiri.
Pakar Psikolog Forensik ini pun menilai bahwa perselingkuhan atau relasi seksual sangat kecil, karena adanya ketimpangan relasi kuasa di antara kedua belah pihak.
"Menurut saya, relasi seksual antara Putri Candrawathi dengan mendiang Brigadir Yosua sejak awal saya sampingkan," ujar Reza Indragiri.
Baca Juga: Mengejutkan! Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, Alasan Jaksa: Terdakwa Sopan di Persidangan
"Namun karena dipaksa harus ada relasi harus ada narasi kekerasan seksual, yang ingin saya katakan relasi antara Yosua dengan Putri menurut saya tetap relasi yang timpang," sambungnya.
Tampak jelas dalam kasus ini, adanya relasi dominan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir Yosua.
Dimana Putri Candrawathi merupakan istri dari seorang jenderal bintang dua yakni Ferdy Sambo, sedangkan Yosua hanya ajudannya berpangkat Brigadir.
Baca Juga: Pilu! Rosti Simanjuntak Menangis Kecewa, JPU Tuntut 8 Tahun Putri Candrawathi: Tolong Beri Keadilan
"Yang berkuasa Putri Candrawathi, istri komandan jenderal bintang dua, sementara Yosua dengan pangkatnya yang jauh dibawah yaitu seorang Brigadir, menurut saya lebih jauh kemungkinan di (Brigadir Yosua) sebagai pihak yang dikuasai," ungkap Reza Indragiri.
Relasi yang timpang ini menjadi dasar penilaian dari Reza Indragiri bahwa, kekerasan seksual yang kemungkinan terjadi itu korbanya bukan Putri Candrawathi, melainkan Brigadir Yosua.
"Kalau dikatakan harus ada kekerasan seksual di Magelang, maka menurut saya besar kemungkinan justru Yosua lah yang menjadi korbannya," ungkap Reza Indragiri.***

Share this article
Mengejutkan! Reza Indragiri mengungkapkan bahwa yang menjadi korban dalam kekerasan seksual tersebut bukanlah Putri Candrawathi.