AYOJAKARTA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tingkat perekonomian di berbagai Provinsi, termasuk salah satunya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Data BPS menunjukkan bahwa Provinsi DIY menjadi provinsi termiskin di Pulau Jawa.
Dikutip AyoJakarta.com melalui laman resmi BPS DIY, presentase penduduk miskin pada September 2022 sebesar 11,48 persen naik 0,15 persen dibandingkan bulan Maret 2022.
Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 463,63 ribu, maka angka tersebut naik 8,9 ribu orang dibanding bulan Maret 2022.
Menanggapi hal ini Pemerintah Provinsi DIY menuturkan bahwa kemiskinan DIY secara statistic tercatat menjadi Provinsi termiskin di jawa, tetapi terkait Angka Harapan Hidup (AHH), Indeks Kebahagiaan (IP), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Indeks Kesejahteraan Sosial (IKS) menjadi peringkat tertinggi di Indonesia.
Dikutip AyoJakarta.com melalui laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY, hal ini menjadi anomaly dengan fakta lapangan yang ada sehingga menjadi sangat kontradiktif.
Baca Juga: Update BMKG Pagi Ini! Gempa Magnitudo 3,1 Mengguncang Yogyakarta, Berpusat di Darat!
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono menekankan bahwa kemiskinan bukan hanya dilihat dari statistic angka saja, tetapi dilihat pula bagaimana kehidupan masyarakat.
Jika dilihat dengan parameter-parameter lainnya seperti tingkat harapan hidup, tingkat Pendidikan, tingkat kebahagiaan dan sebagainya.
“Bisa dilihat, angka-angka ini sering kontradiksi yang tidak sesuai dengan paradoks atau anomali. Tentu kami tidak ingin berlindung di situ terus, tapi fakta yang lain kan juga memang menunjukkan bahwa statistik misalnya soal usia harapan hidup, soal angka kebahagiaan, soal angka harapan rata-rata lama sekolah, soal indeks kesejahteraan, menunjukan hal yang bertolak belakang dengan angka statistik kemiskinan,” papar Beny dalam laman resmi Pemerintah Prov. DIY, dikutip Senin, 23 Januari 2023.
Baca Juga: Sebelum Berlibur ke Yogyakarta, Yuk Cek Dulu Perkembangan Covid-19 di Sini!
Selain itu, 2022 lalu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga mencanangkan visi misi untuk membangun daerah selatan sebagai salah satu upaya pemerataan pembangunan.
Akademisi Universitas Kristen Duta Wacana, Dr. Murti Lestari, M.Si juga ikut menyoroti hal tersebut. Menurutnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika BPS menyebut DIY sebagai provinsi termiskin di Jawa.
Ia juga menyebutkan bahwa antara kemiskinan, kebahagiaan, harapan hidup, dan beberapa terminologi merupakan adalah berbeda.
Sehingga antara pengeluaran dan kebahagiaan juga akan berbeda terminologinya, sehingga bisa saja pengeluaran kecil tetapi tetap bahagia, kerukunan tetangga baik, persaudaraan baik.
Ia menambahkan bahwa bilamana orang bahagia maka kemudian akan menjadi panjang umur.
Sedangkan menurut Murti, kemiskinan akan diukur melalui besarnya pengeluaran yang sesuai dengan standar. Sementara kebahagiaan dan harapan usia memiliki dimensi sosial yang lebih kuat dan kental.
Tak hanya itu saja, menurutnya DIY berhasil menciptakan harmoni hidup yang kondusif, sehingga orang bahagia dan panjang umur meskipun belum berhasil memiliki penghasilan di atas garis kemiskinan.
Murti juga berpesan meskipun tidak perlu mempermasalahkan status kemiskinan tersebut, tetapi Pemerintah DIY perlu memiliki upaya untuk meningkatkan pendapatan.
Beberapa hal yang perlu dilakukan menurutnya adalah menciptakan peluang kerja seperti lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, dan sebagainya.***

Share this article
Data BPS menunjukkan bahwa Provinsi DIY menjadi provinsi termiskin di Pulau Jawa, Pemprov ungkap Yogyakarta paling bahagia.