AYOJAKARTA.COM - World Health Organization atau WHO menyatakan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa Turki M 7,8 yang terjadi pada Senin, 6 Februari 2023 bisa meningkat dengan cukup signifikan.
WHO melalui Senior Emergency Officer untuk Eropa, Catherine Smallwood mengatakan bahwa terdapat potensi peningkatan jumlah korban meninggal hingga 20 ribu jiwa atau delapan kali lipat.
“Masih ada potensi keruntuhan lebih lanjut yang dapat terjadi, sehingga kami sering melihat peningkatan hingga delapan kali lipat dari angka awal,” ungkap Smallwood kepada AFP, ketika perkiraan jumlah korban telah mencapai 2.600 korban jiwa.
Baca Juga: Dr Tifa Bilang Gempa Turki Seperti Peristiwa 911 Bukan Gempa, Mungkin Bagian Dari Perang Dunia III
“Kami selalu melihat hal yang sama dengan gempa bumi, sayangnya, laporan awal tentang jumlah orang yang meninggal atau terluka akan meningkat cukup signifikan pada minggu berikutnya,” tambahnya, dikutip AyoJakarta.com melalui The Guardian, Selasa 7 Februari 2023.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat 3.830 orang meninggal dunia setelah dua gempa kuat melanda wilayah negara Turki dan Suriah pada Senin pagi waktu setempat.
Menurut Wakil Presiden Turki, Fuat Otkay mengatakan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 2.379 orang dan 14.483 lainnya mengalami luka-luka.
Kemudian menurut Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) setidaknya terdapat 5.606 bangunan yang runtuh.
Sementara itu, gempa Turki M 7,8 yang juga memporak-porandakan negara konflik Suriah, setidaknya menewaskan 1.136 warga Suriah.
Menurut kantor berita negara Suriah SANA, terdapat 711 orang tewas di seluruh wilayah yang dikuasai pemerintah, sebagian besar di wilayah Aleppo, Hama, Latakia, dan Tartus.
Sedangkan di wilayah yang dikuasai oposisi atau kelompok "Helm Putih", melalui Badan Pertahanan Sipil Suriah menyatakan bahwa lebih dari 740 orang tewas di wilayahnya dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Gempa Bumi M5,2 Guncang Muara Binuangeun Banten
Korban tewas dan luka-luka di wilayah yang dikuasai oposisi tersebut sebagian besar berada di wilayah Suriah bagian barat laut, yang berbatasan langsung dengan Turki.
Diketahui gempa Turki yang berkekuatan M 7,8 tersebut terjadi pada Senin, 6 Februari 2023 pukul 04.00 GMT+3 dan getaran gempa dapat dirasakan hingga ke Lebanon dan Israel.
Pusat gempa berkekuatan M 7,8 tersebut berada 23 kilometer (14,2 mil) timur Nurdagi, di provinsi Gaziantep Turki, pada kedalaman 24,1 kilometer (14,9 mil), kata Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Serangkaian gempa susulan (aftershock) terus terjadi pada hari Senin kemarin.
Menurut USGS gempa susulan yang terbesar berkekuatan M 7,5, sekitar sembilan jam setelah gempa utama. Gempa susulan tersebut berlokasi sekitar 95 kilometer (59 mil) utara dari aslinya.
Sejumlah negara telah mengirim tim penyelamat untuk membantu wilayah negara Turki dan sekitar yang dilanda bencana gempa.
Dimana upaya besar-besaran untuk menemukan dan membebaskan warga sipil yang terperangkap di bawah runtuhan bangunan yang hancur masih terus berlangsung.
Cuaca dingin yang buruk di wilayah Turki dan Suriah menjadi penghambat tim penyelamat untuk melakukan evakuasi korban gempa.
Menurut USGS, gempa Turki M 7,8 pada hari Senin kemarin diyakini sebagai yang terkuat yang melanda Turki sejak 1939, ketika gempa dengan kekuatan yang sama menewaskan 30.000 orang.***

Share this article
WHO menyatakan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa Turki M 7,8 bisa meningkat dengan cukup signifikan.