Terungkap! Penyebab Gempa Bumi Turki yang Menelan Banyak Korban Jiwa, Begini Kata Para Ahli Dunia

Terungkap! Penyebab Gempa Bumi Turki yang Menelan Banyak Korban Jiwa, Begini Kata Para Ahli Internasional
Terungkap! Penyebab Gempa Bumi Turki yang Menelan Banyak Korban Jiwa, Begini Kata Para Ahli Internasional

AYOJAKARTA.COM - Pada hari Senin pagi lalu, 6 Februari 2023 telah terjadi gempa berkekuatan magnitudo 7,8 melanda Turki dan Suriah.

Sebelumnya, menurut informasi dari BMKG melalui Twitter DaryonoBMKG, gempa yang melanda Turki ini merupakan gempa terbesar yang tercatat oleh sismograf(-1900).

Gempa ini berpusat di Turki Selatan, merupakan sejarah baru dalam catatan sejarah gempa di Turki.

Baca Juga: TERPOPULER! Utang Makin Banyak Padahal Sudah Kerja Keras? Kata Mbah Moen Soal Rezeki Tidak Berkah, 5 Amalannya

Pasalnya catatan tetang gempa yang terjadi di Turki selama ini terjadi di sebagian besar wilayah Anatolia Utara di wilayah Turki Utara.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono pun juga mengungkapkan bahwa gempa kerak dangkal yang merusak Turki kali ini berasosiasi dengan zona Sesae Anatolia Timur yang mengimbangu dinamika tektonim Lempeng Arab dan Anatolia.

Gempa hebat tersebut mengakibatkan kerusakan parah. Lalu apakah penyebab gempa bumi Turki yang menelan banyak korban jiwa tersebut?

Baca Juga: TERPOPULER! Asyik, KUR BSI 2023 Resmi DIbuka Lagi, Tidak Ada Bunga dan Bebas Biaya, Cek Syaratnya!

Gempa tersebut terjadi akibat adanya patahan Anatolia Timur. Simak penjelasan patahan Anatolia Timut penyebab gempa Turki.

Dilansir Ayojakarta dari Suara.com, berdasarkan laporan dari Economic Times, gempa yang mengguncang negara Turki memiliki episentrum di 26 km sebelah timur kota Nurdagi pada kedalaman 18 km.

Gempa itu menyebar hingga ke arah timur laut dan menyebabkan kerusakan parah hampit di seliruh wilayah Turki tengah dan Suriah.

Mari Kita Mengenal Patahan Anatolia Timur Penyebab Gempa Turki!

1. Patahan Anatolia Timur merupakan sebuah patahan celah lurus atau disebut dengan strike-slip fault. Pada patahan tersebut, lempeng bebatuan yang solid akan bergerak menuju ke atas dan akan saling berlawanan di sepanjang garis vertikal patahannya.

Hal tersebut dapat menyebabkan tekanan hingga salah satu dari lempeng akan tergelincir dalam gerakan horizontal. Akibatnya, gerakan tersebut dapat melepaskan tekanan dalam jumlah yang luar biasa yang dapat menyebabkan gempa dahsyat.

Pada gempa bumi yang terjadi di Turki, retakan awalnya terjadi di kedalaman yang rendah.

"Getaran di permukaan yang rendah lebih berdampak parah daripada gempa yang akan berada di kedalaman yang lebih dalam pada magnitudo yang sama," menurut ahli dari Open University, David Rothery.

Baca Juga: Sukses Rebut Empati Publik! LPSK Sebut Ini Dampak Doa Richard Eliezer Sebelum Eksekusi Brigadir Yosua

2. Dapat dijelaskan bahwa patahan Anatolia Timur memiliki panjang hingga mencapai 700 km yang lokasinya berada di antara lempeng Anatolian dan juga Arabian. Patahan ini juga berada di dekat wilayah Lipatan Bitliz-Zagros serta Lipatan Kaukasus.

Ada juga pendapat dari pakar dari Yildiz Technical University dan Bogazici University melalui artikelnya di jurnal Geophysical International, mengungkapkan, patahan ini muncul sebagai akibat dari tahap akhir tubrukan dataran di wilayah Eurasia-Arabia.

Hal itu terakhir kali terjadi di akhir pertengahan era Miocene, tepatnya 16 sampai 20 juta tahun yang lalu.

3. Akibat dari patahan Anatolia Timur tersebut, pakar juga menyebut jika beberapa wilayah Turki mengalami pergerakan pada tiap tahunnya.

Turki disebut bergerak ke wilayah barat sekitar 2 sentimeter tiap tahun di sepanjang patahan Anatolia Timur. Disebutkan jika separuh dari panjang patahan ini saat ini diterangi oleh gempa bumi.

Baca Juga: Nekat! Beredar Video Aksi Pencopetan di Jembatan Phinisi Jakarta Selatan, Pelaku Ternyata...

Jadi Kenapa dan Apa Penyebab Banyaknya Korban Jiwa?

4. Seismolog dan koordinator Yayasan Gempa Turki, Seyhun Puskulcu, mengungkapkan orang-orang Turki menyadari jika telah terjadi kerentanan terhadap gempa bumi di wilayahnya.

Tidak dapat dpungkiri, bahwa sebelumnya pihaknya juga sudah mengadakan sosialisasi megenai kesadaran gempa kepada masyarakat di kota Adana, Tarsus, Mersin, dan juga Turki Barat.

5. Beberapa pakar juga menilai jika unsur bangunan di Turki dan Suriah yang rentan, diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya jumlah korban jiwa dalam gempa tersebut.

6. Selain itu, peneliti kehormatan pada Survei Geologi Inggris, Roger Musson, menyebut alasan lain yang menyebabkan gempa Turki sangat mematikan yakni waktu terjadinya gempa. Seperti yang dilaporkan gempa terjadi pada dini hari, atau sekitar pukul 04.17 waktu setempat.

Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh Saat Rumah Cak Nun Disegel dan Seluruh Keluarganya Diseret Paksa oleh Densus 88, Benarkah?

Di waktu tersebut memang banyak orang yang masih beristirahat atau tidur, sehingga Musson menyebut situasi saat itu membuat banyak orang terjebak ketika rumah-rumah mereka sudah ambruk akibat guncangan gempa hebat yang terjadi.***

Artikel Serupa Sebelumnya Sudah Tayang di Suara.com dengan Judul Mengenal Patahan Anatolia Timur Penyebab Gempa Bumi Turki

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# David Rothery
# Seyhun Puskulcu
# Roger Musson
# Bogazici University
# Yildiz Technical University
# Anatolia Timur
# Suriah
# gempa bumi Turki
# lempeng
# pakar
# dunia
# ahli
# Patahan
# Daryono
# Turki
# BMKG
# korban jiwa
# internasional
# penyebab

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.