AYOJAKARTA.COM – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan adanya ancaman potensi gempa sesar Baribis di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Diketahui bahwa struktur regional di daerah Jawa Barat dipengaruhi oleh interaksi tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia.
Akibat dari adanya tumbukan ini menyebabkan daerah Jawa Barat memiliki sesar aktif.
Baca Juga: Viral Verrel Bramasta Putuskan Terjun Politik! Sebut 3 Alasan Ini Buat Dirinya Mantap
Adanya jalur sesar aktif di Jawa Barat ini menyebabkan daerah yang dilewati menjadi rawan bencana gempa bumi.
Sehingga dalam beberapa bulan terakhir ini, guncangan gempa terasa di sebagian wilayah di Jawa Barat.
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Bandung periode 3-9 Februari 2023 di daerah Jawa Barat dan sekitarnya telah terjadi 10 gempa bumi dengan magnitudo bervariasi.
Dikutip AyoJakarta.com melalui Instagram @bmkgbandung, Sabtu (11/2/2023), gempa bumi yang terekam mulai dari M 1.8 sampai M 3.7 dengan gempa bumi dangkal (<60 km) sebanyak 8 kejadian.
Sedangkan gempa bumi menengah (60-300 km) sebanyak 2 kejadian, serta gempa bumi dalam (> 200 km) sebanyak 0 kejadian.
Di jawa barat itu sendiri diketahui memiliki enam struktur regional sesar aktif dan diduga masih aktif hingga sekarang ini dan menjadi ancaman adanya gempa bumi yang kerap terjadi.
Adapun sesar tersebut antara lain sesar Cimandiri, sesar Baribis, sesar Cipamingkis, sesar Garsela, sesar Citarik, dan sesar Lembang.
Adapun wilayah Karawang, Jawa Barat dilewati oleh sesar Baribis. Yang mana sesar Baribis ini merupakan sesar aktif yang membentang dari timur hingga barat pulau jawa.
Sesar Baribis ini melintasi sisi barat Subang dan Purwakarta,Karawang, Cibatu (Bekasi), Depok, Jakarta, Tangerang, dan Rangkasbitung.
Baca Juga: Psikolog Acungi Jempol, Sebut Ada Hal Ini dalam Karakteristik Diri Richard Eliezer
Terkait dengan ancaman gempa akibat sesar Baribis di Karawang, potensi getaran yang bisa dirasakan bisa mencapai skala IV-V MMI.
Hal ini diketahui berdasarkan skenario peta guncangan sesar Baribis Kendeng pada segmen Subang.
Dikutip melalui laman resmi BMKG, skala intensitas IV artinya pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderit dan dinding berbunyi.
Baca Juga: Kompak! Nonton Konser 3 Dekade Dewa-19, Agus Yudhoyono dan Anies Baswedan Lantunkan Lagu Ini
Sedangkan skala intensitas V artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Namun BMKG menghimbau agar masyarakat tidak panik. Namun tetap selalu meningkatkan kewaspadaannya dan tanggap terhadap gempa bumi.***

Share this article
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan adanya ancaman potensi gempa sesar Baribis di Kabupaten Karawang