AYOJAKARTA.COM--Kecelakaan yang terjadi pada helikopter Kapolda Jambi masih dalam proses evakuasi. Diketahui lokasi jatuhnya helikopter merupakan hutan belantara dan tidak terjamah manusia.
Hingga saat ini korban dari jatuhnya helikopter Kapolda Jambi dalam kondisi yang lemah, diketahui dari informasi bantuan via udara yang mengirimkan logistik serta video amatir yang dikirimkan korban.
Semula helikopter Kapolda Jambi beserta rombongan berencana melakukan perjalanan ke Kerinci dalam rangka kunjungan kerja ke Polres Kerinci untuk meresmikan gedung SPKT.
Helikopter yang ditumpangi oleh Kapolda Jambi dengan jenis Super Bell 3001 ini terpaksa melakukan pendaratan darurat dikarenakan cuaca yang berkabut dan turun hujan.
Selain Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono diketahui dalam Helikopter tersebut juga ditumpangi oleh Ditreskrimum Polda Jambi, Dirpolairud Polda Jambi, Koorspri dan ADC.
Tim evakuasi mengalami kesulitan untuk mencapai lokasi lewat jalur darat karena wilayah tersebut merupakan hutan belantara.
Lokasi jatuhnya helikopter tersebut ada di hutan perbukitan Tamia, Muara Emat, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (20/2/2023), menurut warga desa terdekat yaitu Desa Tamia, untuk menuju ke titik di mana helikopter Kapolda Jambi terjatuh harus menempuh 2 hari perjalanan darat.
Hal ini dikarenakan hutan tersebut berada di Taman Nasional Kerinci 11 yang merupakan hutan belantara dan belum pernah dijamah sama sekali oleh warga setempat.
Menurut perkiraan warga, untuk mencapai lokasi harus melewati 2 bukit. Alasan inilah yang menghambat evakuasi melalui jalur darat.
Informasi yang disampaikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, titik jatuh helikopter merupakan jalur lintasan harimau.
Inilah yang membuat tim evakuasi mengkhawatirkan keselamatan dari para korban yang telah terjatuh 1 hari yang lalu, apalagi saat para korban melewati malam hari.
Namun melalui video amatir yang dikirimkan oleh salah satu korban, mereka dalam keadaan selamat meskipun dalam kondisi yang lemah.
Dikabarkan bahwa korban mengalami luka-luka bahkan Kapolda Jambi mengalami patah tulang pada bagian tangan.
Karena sulitnya proses evakuasi melalui jalur darat maka ada rencana evakuasi dilakukan dengan jalur udara dengan cara pendaratan melalui tali dari helikopter tim evakuasi.
Baca Juga: Update Ledakan Hebat di Blitar Diduga Petasan, 25 Rumah Hancur 4 Orang Tewas
Lokasi jatuhnya helikopter juga merupakan tebing yang cukup curam jadi tidak dimungkinkan pendaratan helikopter. Kondisi medan dan cuaca yang buruk menjadi kendala dalam proses evakuasi ini.
Direncanakan pasukan SAR dan Brimob akan dikerahkan untuk terjun dengan tali menuju ke lokasi jatuhnya korban.***

Share this article
Lokasi jatuhnya helikopter tersebut ada di hutan perbukitan Tamia, Muara Emat, Kabupaten Kerinci, Jambi.