AYOJAKARTA.COM — Selain sistem transmisi manual, mobil dengan sistem AT atau automatic transmission atau matic menjadi salah satu pilihan bagi pengendara.
Cara kerjanya yang dinilai lebih ringkas membuat mobil AT atau matic banyak dipilih untuk menyiasati kemacetan jalan.
Tidak jarang pengendara yang sebelumnya menggunakan mobil manual beralih ke mobil dengan sistem AT atau matic.
Mengganti kendaraan baru tentu saja salah satu pilihan baik, tetapi jika mengalami keterbatasan dana bisa jadi melahirkan dilema.
Baca Juga: Sudah Waktunya Servis Pak! 5 Tanda Oli Mesin Mobil Harus Diganti
Jalan tengah yang dapat ditempuh dari kedua persoalan tersebut adalah dengan membeli mobil bekas atau tangan kedua.
Bagi pengendara yang ingin beralih ke mobil matic dan mengalami kendala dana, langkah-langkah berikut bisa diterapkan sebelum membeli mobil dari tangan kedua.
Dalam ulasan kanal YouTube Dokter Otomotif, langkah pertama, lakukan pemeriksaan pada bagian body transmisi yang umumnya terletak di bagian bawah kendaraan.
Untuk matic dengan penggerak roda belakang, body transmisi biasanya berada di bagian tengah, dan samping kiri sisi depan untuk penggerak roda depan.
Baca Juga: Jangan Abaikan 5 Tanda Mobil Matic Bermasalah, Gigi Paling Sering Eror!
Pastikan calon pembeli tidak menemukan adanya kebocoran oli matic pada bagian body transmisi.
Langkah kedua sebelum memutuskan membeli mobil matic bekas adalah dengan melakukan pemeriksaan oli matic melalui tuas dipstick.
Pastikan oli matic yang mengendap di dalamnya berwarna merah transparan, bukan warna gelap seperti hitam terlebih berbau gosong.
Jika ditemukan kondisi oli matic berwarna hitam dan berbau gosong atau bahkan serpihan besi, besar kemungkinan sistem transmisi matic mengalami kerusakan.
Baca Juga: Jangan Tergiur Harga Murah, 5 Ciri Mobil Bekas yang Pernah Turun Mesin
Langkah berikutnya sebelum memutuskan membeli kendaraan matic bekas adalah memastikan pergerakan tuas transmisi.
Caranya cukup dengan memposisikan mobil ke posisi ON, kemudian injak pedal rem sambil mengatur posisi lock di bagian tuas transmisi.
Gerakkan tuas dengan cara maju atau mundur secara perlahan untuk memeriksa pergerakan transmisi.
Pastikan ketika melakukan langkah ini, tuas transmisi dapat bergerak dengan lancar atau tidak terasa ada hambatan serta statis.
Baca Juga: Ciri-ciri Mobil Limbung alias Goyah: Jangan Ngebut, Pelan-pelan Pak Sopir!
Selanjutnya, hidupkan mesin mobil dan pastikan tuas transmisi tidak menyentak ketika posisinya dipindah-pindahkan.
Posisi tuas transmisi juga harus terbaca secara akurat dari display yang berada di bagian dashboard pengemudi.
Jika tuas transmisi berada di posisi N, maka pada indikator yang terpampang di dashboard juga menunjukkan posisi N.
Baca Juga: Awas Tertipu! Kenali Ciri-Ciri Mobil Bekas Tabrakan yang Sering Dijual Murah
Langkah kelima sebelum melakukan uji layak jalan kendaraan adalah melakukan uji merayap atau tes creeping.
Mobil matic yang masih bagus akan berjalan merayap perlahan meskipun pedal rem dan gas tidak diinjak.***

Share this article
Selain sistem transmisi manual, mobil dengan sistem AT atau automatic transmission atau matic menjadi salah satu pilihan bagi pengendara.